Menurut beberapa warga sekitar pelabuhan, rombongan Bupati Sula Fifian Adeningsih Mus tiba di Pulau Taliabu dua hari setelah lebaran Idul Fitri. Mereka menggunakan dua speedboat, yang satunya tidak berlogo pemerintah daerah. “Mereka banyak yang datang,” kata salah satu warga yang tinggal di pelabuhan Bobong
Sementara Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Masita Nawawi Gani, yang dikonfirmasi media ini mengatakan informasi terkait penggunaan fasilitas Pemda Sula oleh Bupati Fifian sudah diketahui dan hasil pengawasan internal. Bawaslu Pulau Taliabu sudah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan aktivitas terlarang tersebut. “Sementara dalam proses penelusuran oleh team penelusuran yang sudah dibentuk oleh Bawaslu pulau Taliabu,” kata Masita, Jumat (04/4/2025).
Aktivitas politik Bupati Fifian di PSU 9 TPS di Pulau Taliabu ini mendapat kecaman dari beberapa kalangan di Kepulauan Sula. Fifian disebut sebagai orang yang puber alias kasmaran politik. Bupati Fifian diduga lupa daratan, tidak memposisikan diri sebagai pemimpin pemerintahan daerah otonomi.
“Bupati macam apa, urusan pemerintahan ditinggalkan. Kejadian tanggul jebol dan banjir rob yang terjadi di Malbufa dan Kabau pun dia tidak peduli. Bupati macam apa itu,” semprot warga Kepulauan Sula yang meminta namanya tidak dicatut.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!