Tahrin juga menyayangkan adanya berita yang menyebutkan kafenya masih buka selama bulan puasa. Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. “Saya harap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar. Jika ada yang masih meragukan, silahkan cek langsung,” tambahnya.
Tahrin menjelaskan bahwa saat anggota polisi datang ke tempat hiburan malam tersebut, sebagian besar pekerja kafe sudah selesai tarawih dan sudah tidur. “Saat itu anak-anak kerja baru turun setelah tarawih, jadi jika ada yang mengatakan kafe buka, itu tidak benar karena banyak pekerja yang sudah tidur dan kembali ke kampung untuk menjalani ibadah puasa,” katanya.
Sementara itu, beberapa warga yang sebelumnya merasa resah mengaku lega mendengar klarifikasi dari Tahrin. Mereka berharap tidak ada lagi isu yang dapat memicu kesalahpahaman, terutama di tengah suasana Ramadhan yang seharusnya dipenuhi dengan kegiatan ibadah. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!