Abu Zahra mengemukakan, karena tahun Hijriah lebih pendek daripada tahun Masehi, maka bulan-bulan Hijriah berangsur-angsur mundur dalam kalender Masehi sebanyak 10 hingga 12 hari setiap tahunnya. Akibatnya, bulan-bulan Hijriah melewati semua musim dalam setahun selama siklus sekitar 33 tahun.
“Sinkronisasi yang tepat seperti dalam kasus 1 Ramadhan 1446 yang bertepatan dengan 1 Maret 2025. Ini hanya terjadi ketika siklus bulan dan matahari selaras, dan penyelarasan ini mencerminkan ketepatan matematis dan astronomi dalam pergerakan bulan dan bumi,” ujarnya.
Abu Zahra mencatat bahwa fenomena unik pada tahun 2025 ini merupakan pengingat penting tentang fleksibilitas dan perubahan waktu. “Ini juga menyoroti kompatibilitas antara siklus astronomi yang menjadi dasar semua sistem kalender,” paparnya. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!