Di daerah Maluku, Maluku Utara, dan Papua, salah satu jenis serangga yang umumnya dikonsumsi masyarakat adalah Ulat Sagu (Sabeta).
Ulat Sagu berasal dari pohon sagu yang dipotong kemudian batangnya dibiarkan membusuk. Batang yang membusuk tersebut akan muncul ulat-ulat. Untuk mengambil ulat-ulat itu, batang sagu tersebut dibongkar/dibuka dengan kapak. Bentuk Ulat Sagu bervariasi, ada yang sangat kecil hingga yang paling besar seukuran jempol jari tangan orang dewasa. Ulat Sagu ini biasa dimakan langsung (masih hidup) atau dimasak terlebih dahulu seperti ditumis, disayur, digoreng dan dijadikan sate.
Rasanya manis, asin dan keras di luar, lunak di dalam. Daging yang ada di dalamnya mengandung protein tinggi. Dikutip dari berbagai sumber, kandungan gizi dari ulat sagu itu sendiri, di tiap 100 gram ulat sagu mentah yang akan dimasak mengandung protein sekitar 9,34 persen, juga terdapat beberapa kandungan asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84 persen), asam glutamat (2,72 persen), tirosin (1,87 persen), lisin (1,97 persen), dan methionin (1,07 persen). Dengan tekstur yang lunak, sedikit kenyal dan manis serta memiliki gizi yang tinggi. Tak heran jika masyarakat sekitar memang sangat menyukai makanan satu ini.
Selain Ulat Sagu, salah menu bergizi lain yang menjadi favorit masyarakat timur yaitu ikan teri (Ngafi).
Ikan teri merupakan salah satu jenis ikan yang populer dan disukai banyak orang di Indonesia. Meskipun ukurannya kecil, ikan ini kaya akan berbagai nutrisi sehingga ada banyak manfaat ikan teri untuk kesehatan.
Selain itu, ikan teri juga memiliki rasa yang enak dan sering diolah menjadi sambal yang nikmat dimakan, bahkan hanya dengan sepiring nasi hangat.
Nah, bila kamu juga termasuk salah satu penyuka ikan teri, ada sejumlah manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh bila mengonsumsi ikan tersebut secara tepat.
Ikan teri memiliki kandungan nutrisi yang cukup kaya dan bermanfaat untuk kesehatan. Dalam 100 gram ikan teri mentah memiliki kandungan berikut:
- Kalori: 131
- Protein: 20,35 gram
- Lemak: 4,84 gram
- Kalsium: 147 mg
- Zat besi: 3,25 mg
- Fosfor: 174 mg
- Vitamin A: 50 IU
- Vitamin D: 69 IU
- Niacin: 14,02 mg
Manfaat Ikan Teri untuk Kesehatan
Tahukah kamu bahwa ikan teri memiliki banyak vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan?
Dikutip dari Halodoc, Ikan yang memiliki aroma kuat ini mengandung vitamin B3 yang tinggi atau niasin, vitamin yang membantu mengubah makanan menjadi energi.
Mereka juga mengandung selenium dalam jumlah besar, mineral yang berperan dalam kesehatan jantung, tiroid, kekebalan tubuh, dan kesehatan tulang.
Ikan teri juga merupakan sumber mineral besi dan kalsium. Zat besi diperlukan tubuh untuk mengangkut oksigen dari paru-paru, sementara kalsium penting untuk tulang yang kuat.
Terlebih lagi, ikan teri kaya akan asam lemak omega-3. Faktanya, mereka juga dianggap sebagai ikan berminyak atau berlemak, seperti salmon, tuna, sarden, dan mackerel.
Nah, berkat kandungan nutrisinya tersebut, berikut manfaat ikan teri untuk kesehatan:
Meningkatkan kesehatan jantung
Kandungan asam lemak omega 3 dan selenium pada ikan teri bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung, dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Asam lemak omega-3 bisa membantu memperbaiki tekanan darah, kolesterol, peradangan dan kadar trigliserida, serta fungsi pembuluh darah, dan aliran darah ke jantung yang akan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
Sedangkan selenium memiliki kapasitas antioksidan yang bisa menurunkan stres oksidatif dan peradangan yang terkait dengan penyakit jantung.
Mencegah penyakit tiroid
Selain mengurangi risiko penyakit jantung, kandungan selenium dalam ikan teri juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid.
Kelenjar yang ada di leher ini berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid untuk mengatur metabolisme tubuh. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!