Ia mengkritik Pemerintah Provinsi yang cenderung peduli pada sektor pertambangan daripada sektor perikanan. “Mereka lebih peduli pada sektor pertambangan dan seakan akan mengabaikan sektor perikanan. Padahal sektor perikanan dari dulu kita harapkan sebagai sektor potensial yang bisa mengerahkan perekonomian Maluku Utara lebih luas, termasuk penggarapan tenaga kerja,” terangnya.
Menurut dia, kurang pedulinya Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan sektor perikanan ini bisa menjadi alasan mengapa hilirisasi tidak dapat berjalan. “Akibatnya itu berimbas pada pendapatan daerah dari sektor perikanan pun menguap begitu saja,” pungkasnya. (Mg06/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!