Sebaliknya, apabila program ini hanya jangka pendek, kata Said, maka pola yang digunakan Pemda untuk memasok kebutuhan pangan MBG harus mengikuti skema 70-30 persen, dimana 70 persen pasokannya dari luar, sedangkan 30 persen dipasok dari dalam Maluku Utara.
“Mau tidak mau, skema yang harus kita tempuh adalah meningkatkan pasokan dari luar untuk memenuhi permintaan program. Dengan cara harus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang mengurusi hal-hal logistik,” ujarnya.
Kendati begitu, skema ini dipakai jika program MBG jangka waktunya singkat atau pendek. “Yang menjadi masalah program MBG ini berjalan sampai berapa lama, ini dulu yang harus dicari tahu, supaya kita bisa perhitungan hal itu secara teknis,” pungkasnya. (Mg06/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!