Ratusan UMKM di Halsel Masih Eksis, Diskoperindag Halsel Ungkap Kelemahannya Ini

Dirinya menyebutkan, ada beberapa pelaku usaha yang dibina oleh Diskoperindag contohnya pembuatan keripik. Secara umum memang kualitas rasa dan kualitasnya sudah memungkinkan, hanya saja kendalanya ada pada kemasan. “Ini yang kita di Pemda memberdayakan mereka agar berinovasi seperti kemasan yang biasa saja menjadi luar biasa dan bisa dipasarkan di luar dan bukan hanya di lokal,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pemprov Malut Salurkan Pajak Rokok Rp 11,8 Miliar untuk 10 Kabupaten/Kota

Meski soal kualitas rasa maupun lainnya terjamin namun pelaku usaha memperhatikan kehigienisan produk yang diproduksi dan dijual di pasaran.

“Kami juga buat pelatihan untuk pelaku usaha agar mengarahkan kepada mereka cara produksi agar tetap higienis. 343 pelaku usaha yang dibawah binaan Diskoperindag Halsel masih jalan di mana di dalamnya ada kelompok dan perorangan atau mandiri. Saya rasa pemberdayaannya kedepannya akan meningkat,” pungkas Fani. (Echal/Red)

BACA JUGA  Hasil Seleksi Tahap I PPPK di  Ternate, 15 Formasi tak Terisi
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah