Dirinya menyebutkan, ada beberapa pelaku usaha yang dibina oleh Diskoperindag contohnya pembuatan keripik. Secara umum memang kualitas rasa dan kualitasnya sudah memungkinkan, hanya saja kendalanya ada pada kemasan. “Ini yang kita di Pemda memberdayakan mereka agar berinovasi seperti kemasan yang biasa saja menjadi luar biasa dan bisa dipasarkan di luar dan bukan hanya di lokal,” ungkapnya.
Meski soal kualitas rasa maupun lainnya terjamin namun pelaku usaha memperhatikan kehigienisan produk yang diproduksi dan dijual di pasaran.
“Kami juga buat pelatihan untuk pelaku usaha agar mengarahkan kepada mereka cara produksi agar tetap higienis. 343 pelaku usaha yang dibawah binaan Diskoperindag Halsel masih jalan di mana di dalamnya ada kelompok dan perorangan atau mandiri. Saya rasa pemberdayaannya kedepannya akan meningkat,” pungkas Fani. (Echal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!