Tantangan dan Kendala Pilot Project DLH Mengurai Sampah di Ternate

Ia juga mengungkapkan, bahwa pilot project dari DLH tidak ada anggaran untuk kegiatan pembersihan. “DLH hanya menyediakan mobil pengangkut yang hanya hadir satu hari itu saja,” sesalnya.

Lanjut Firman, mengenai tenaga angkutan, di jalan utama masih bisa diakses mobil angkutan sampah. Hanya saja di beberapa gang (lorong) sangat sulit terakses ke mobil angkutan. “Kalau jalan utama dua hari satu kali bisa diangkut, kalau di gang harus menggunakan motor kaisar. Masalahnya jatah buang di Trans Depo, karena jatah buang untuk Kelurahan Sasa itu kurang lebih dua kaisar. Kita punya dua kaisar dan dua tenaga pengangkut bagi saya sudah cukup membantu,” terangnya.

BACA JUGA  Talud Penahan Ombak di Desa Hino Morotai Segera Dibangun

Ia berharap, dalam pengolahan sampah ini harus ada kolaborasi semua pihak, termasuk di kelurahan. Ia juga berharap agar DLH memberikan konteiner sampah untuk membantu mengurangi sampah.

Sementara, Lurah Kelurahan Kayu Merah, Fatma Waheng, yang diwawancarai di kantornya pada akhir Desember 2024 lalu mengatakan, skema pengurangan sampah diserahkan DLH  ke pihaknya. “DLH menyurat ke kami agar beritahu masyarakat bahwa tempat pembuangan sampah yang rusak nanti akan direhab bersama pihak kelurahan,” ungkap Fatma. 

BACA JUGA  Halaman Depan Kantor Bupati Morotai Mirip Kebun 
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah