Lurah Sasa, Firman D. Farman mengatakan, Kelurahan Sasa ditunjuk oleh DLH sebagai pilot project pengurangan sampah sehingga beberapa aktivitas seperti pembersihan pantai sempat mereka lakukan.
“Untuk pilot project kemarin, ada melibatkan beberapa elemen masyarakat kalau tidak salah ada 9 komunitas. Di pertemuan pertama membahas beberapa titik yang harus dijangkau untuk pembersihan sampah, RT 04 kali mati, RT 08, samping kuburan,” tutur Firman saat diwawancarai di kantornya, awal Januari 2025 lalu.
Hanya saja dalam proses penanganan sampah masih terbilang sangat sulit karena masyarakat tidak memisahkan sampah kering dan basah. “Kelurahan Sasa untuk tempat pembuangan sampah (TPS) sementara ada di beberapa titik, RT 06, RT 012, RT 01, dan RT 08. Masalahnya masyarakat belum memahami mana sampah kering dan mana sampah basah, sehingga mereka mencampur menjadi satu yang mengakibatkan bau yang tidak sedap sehingga masyarakat mengambil inisiatif sendiri untuk membongkar TPS itu,” ungkapnya.
Akibat sampah yang tidak dapat diolah dan menumpuk ini, kata Firman, masyarakat berinisiatif untuk meminta tanggapan terkait penyediaan kontainer sampah. “Pertemuan kemarin masyarakat coba usulkan untuk pengadaan kontainer sampah yang diharapkan mampu disediakan oleh DLH, namun sejauh ini belum ada,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!