Tidak hanya berhenti di situ, ia juga melibatkan masyarakat untuk mempraktekkan langsung.
“Saya bersama masyarakat melakukan pilah sampah menjadi 27 jenis sampah, kemudian sampah organik berhasil diolah menjadi pupuk kompos. Sementara sampah plastik yang terdiri dari botol dan sachet sudah kami olah menjadi ecobrick,” tuturnya.
Kalsum juga menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk kader pilah sampah yang ia dirikan dan sampai saat ini masih berjalan.
“Setiap hari kader saya melakukan penimbangan sampah, kalau sampah yang tidak bisa diolah kami bawa ke pengepul menggunakan mobil DLH,” jelasnya.
Lanjut dia, terkait pengolahan sampah dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi kursi sofa, pada setiap botol kosong diisi plastik saset. Selain berguna mengurangi sampah juga menambah daya tarik tersendiri.
“Botol plastik harus satu ukuran, dan di dalamnya kami isi saset plastik, satu botol plastik berukuran 500 mil/gr (setengah liter), di dalam botol itu kami masukan sampah saset dengan berat 350 gr. Jadi satu kursi 19=botol x 350 gr, maka kami sudah melakukan pengurangan sampah,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!