Kontraktor dan Sejumlah Pejabat di Halsel Diduga Terlibat
Komisaris Utama sekaligus merangkap Dirut BPRS Halsel, Sofyan Abbas, meminta kepada para nasabah agar tak perlu cemas dengan skandal kredit macet. Sofyan memastikan uang nasabah yang tersimpan di Bank Saruma itu aman. (Haliyora.id edisi 7 Juni 2023)
Sementara, di internal Pemda Halmahera Selatan, gejolak dari imbas skandal kredit macet ini memaksa Bupati Usman Sidik (Alm) memberhentikan Sekda Halsel Saiful Turuy (saat itu), dan merotasi posisi Aswin Adam dari Kepala BPKAD ke jabatan baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Semasa menjabat Kepala BPKAD, Aswin Adam juga sebagai Kuasa Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Saruma. Aswin diduga kuat turut menyetujui deposito Rp 10 miliar ke salah satu debitur (kontraktor) bernama Leny.
Pemberhentian Saiful Turuy dari jabatan Sekda dan rotasi Aswin Adam ini diduga kuat berkaitan dengan skandal kredit macet Bank Saruma.
Selain Saiful dan Aswin, pihak yang diduga kuat terlibat dalam skandal ini adalah Lenny, debitur yang disebut-sebut memiliki deposito Rp 10 miliar yang dikucurkan BPRS. Lenny mempunyai 8 perusahaan aktif. Dia mengajukan pinjaman ke BPRS sejak tahun 2020 dan tahun 2023. (Haliyora.id edisi 16 Juni 2023)
Skandal Kredit Macet Dibidik Dua Lembaga Penegak Hukum
Dugaan kasus tindak pidana kejahatan perbankan (skandal kredit macet BPRS) tak hanya memantik perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan. Kasus ini juga dilirik kepolisian resort (Polres) setempat.
Polres Halmahera Selatan berjanji akan bekerjasama dengan Kejari untuk menuntaskan kasus ini. Meski begitu, kasus ini akhirnya diambil alih oleh Kejari hingga saat ini. (Haliyora.id edisi 8 Juni 2023)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!