Di sisi lain, Pj Gubernur Samsuddin A. Kadir mengaku pihaknya juga sudah mengetahui informasi bagaimana kendala-kendala dalam kesiapan makan bergizi gratis ini. “Misalnya, data anak sekolah. Jika data anak sekolah itu belum terdaftar di Dapodik segera dilengkapi,” sambungnya.
Adapun anggaran MBG yang diuji coba untuk 21 SD yang tersebar di Kota Ternate ini alokasinya sebesar Rp 100 juta. “Itu digunakan dari anggaran uang makan minum tamu karena kebetulan pas di akhir tahun ini anggaran tidak terpakai habis,” jelasnya.
Ia menambahkan, MBG ini tentu sangat memberikan manfaat sehingga jika terlaksana maka Pemprov dan Forkopimda Maluku Utara dan seluruh jajaran siap melaksanakan program Nasional ini di Maluku Utara.
Hadir dalam kegiatan monitoring tersebut, Pj Gubernur, Wakapolda Malut, Kajati Malut, Danrem 152/Babullah, Danlanal, Kabinda dan Unsur Forkopimda lainnya. (Riv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!