Sofifi, Maluku Utara – Isu Daerah Otonomi Baru (DOB) Sofifi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Hari Jadi Provinsi Maluku Utara (Malut) termasuk ke 25 yang setiap tahun dirayakan pada tanggal 12 Oktober.
Menanggapi isu DOB Sofifi, Pj Gubernur Maluku Utara, Samsudin A. Kadir menyampaikan, pada prinsipnya Pemprov mendukung wacana pemekaran Sofifi sebagai wilayah otonom yang terpisah dari Kota Tidore Kepulauan (Tikep).
Menurutnya, Pemprov Malut siap mendukung aspirasi tersebut, asalkan mekanisme yang diatur pemerintah pusat dipenuhi. “Pemprov Malut siap mengakomodir aspirasi masyarakat terkait pemekaran Sofifi, namun usulan ini harus melalui mekanisme yang diajukan oleh pemerintah kabupaten atau kota. Kami hanya bisa mendukung usulan tersebut sesuai aturan yang ada,” kata Samsuddin di kantor DPRD Malut, Jumat (11/10/2024).
Samsuddin menyatakan, meski ia melihat pemekaran sebagai langkah yang baik untuk pembangunan Sofifi, tetapi pemerintah tetap fokus pada pembangunan yang bisa dilakukan dalam status Sofifi sebagai bagian dari Kota Tidore Kepulauan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!