“Sektor perikanan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di sini. Jika kami tidak bisa melaut, kami tidak punya sumber penghasilan lain,” keluhnya baru-baru ini.
Sebelum pembatasan, Muliyanto mengungkapkan bahwa pendapatan nelayan dalam sehari kadang Rp 5 juta, bahkan sampai Rp 20 juta. “Tergantung musim ikan,” singkatnya.
Karena itu, mewakili jeritan para nelayan, Muliyanto berharap ada perhatian Pemda Morotai.
“Kami berharap ada solusi dari Pemerintah Daerah agar kami terus melaut untuk menopang ekonomi keluarga,” ucapnya.
Senada dengan Ilham, Muliyanto mengatakan, supplier membatasi pembelian ikan tuna dengan alasan PT Harta Samudra tidak bisa menampung semua hasil tangkapan para nelayan. Perusahaan ini satu-satunya pembeli ikan tuna di Kabupaten yang terletak di bibir Pasific itu.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!