“Ini kami kerjakan sendiri, langkah pemasangan atau pembuatan tanggul/bronjong pada bibir sungai ini untuk pencegahan tidak lagi terjadinya abrasi, kenapa kami lakukan ini karena abrasi ini semakin parah, rumah kami di bagian dapur ini sudah mau hampir rubuh, ada satu rumah itu sudah roboh akibat abrasi, apalagi sekarang ini hujan terus pasti akan terjadi abrasi terus makanya kami cepat ambil langkah ini agar tidak lagi terjadi abrasi,” ungkap Asra, salah satu warga yang bermukim di dekat Sungai Fangahu.
Asra lantas menyesalkan hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemda Taliabu, padahal rumah-rumah penduduk di bantaran sungai terancam roboh kapan saja akibat abrasi.
“Tanggul ini kami buat sendiri, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, padahal ini persoalan besar yang juga mengancam keselamatan warga, tapi entah kenapa Pemda tidak punya kepedulian sama sekali terhadap masalah ini,” kesalnya.
“Bahkan ada satu jembatan ini utama tepatnya di jalur protokol lagi, saat ini sudah rusak parah akibat dari banjir dan kemudian abrasi, tapi sampai saat ini belum diperbaiki juga oleh Pemda, padahal ini sangat mengancam nyawa orang, pernah ada warga yang jatuh disitu karena mungkin mereka tidak tahu kalau jembatan itu sudah rusak, untung saja tidak kenapa-kenapa,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!