Banjir susulan ini diduga akibat jebolnya tanggul milik perusahaan tambang tersebut sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman penduduk hingga memasuki daerah lingkar tambang serta jalan menuju Kecamatan Weda Utara.
Salah warga yang ditemui wartawan mengatakan, banjir pada Sabtu (20/07) malam, tidak seberapa dibandingkan banjir susulan hari ini.
“Banjir sekarang dari kilometer 21 sampai kilometer 14, ini parah, banjir kemarin itu tidak seberapa banjir hari ini lebih parah, jadi yang punya keluarga antisipasi sekarang,” kata warga tersebut.
Menurutnya, banjir kedua ini sudah memasuki kawasan kilometer 21 hingga kilometer 14, tidak seperti sebelumnya yang hanya menerjang titik kilometer 16 dan 17.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!