Ternate, Maluku Utara- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate memberikan pelatihan Konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM) kepada 30 orang tenaga Kesehatan dan merupakan TIM Pengelola program, Dokter Umum dan Perawat atau Non perawat.
Pelatihan konseling ini diadakan di Hotel Grand Majang, Senin (22/07/2024).
Pelatihan ini dengan tujuan melakukan KIE dampak konsumsi rokok bagi kesehatan, upaya konseling upaya berhenti merokok, pengukuran faktor risiko penyakit tidak menular akibat rokok, tindak lanjut upaya berhenti merokok serta pencatatan dan pelaporan konseling.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma mengatakan, merokok merupakan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker dan penyakit pernapasan kronis seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Fathiyah memaparkan, data menunjukkan bahwa di dunia setiap tahun terjadi kematian akibat PTM pada kelompok usia 30 – 69 tahun sebanyak 15 juta orang. Selain itu, sebanyak 7,2 juta kematian disebabkan oleh konsumsi tembakau dan 70 persen kematian tersebut terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia (WHO 2017). Kerugian merokok bukan hanya dari biaya pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh rokok seperti PTM namun juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas.
“Walau memiliki dampak negatif yang signifikan, rokok ternyata begitu lekat dengan kehidupan penduduk Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia. Hampir sepertiga dari populasi orang dewasa berusia lebih dari 15 tahun di Indonesia adalah perokok. Untuk wilayah Asia Tenggara sendiri, Indonesia menduduki peringkat satu dalam kategori jumlah perokok terbanyak (WHO, 2012),” tuturnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!