Sementara internal partai Golkar, dirinya selaku kader mengatakan bahwa meskipun dia sebagai mantan bupati akan tetap bila hasil survei tak menunjukkan baik, maka dia tak bisa serta merta mencalonkan diri dari partai tersebut.
“Saya sebagai tuan rumah, dan di Partai Golkar sesuai mekanismenya itu melalui survei, sekalipun saya adalah mantan bupati juga tidak bisa begitu saja mencalonkan diri, tetapi saya berpegangan pada SK penugasan pencalonan bupati,” sebutnya.
Disisi lain, Elang membeberkan kriteria wakil bupati yang dapat mendampinginya nanti dalam kontestasi Pilbup. Menurutnya yang paling utama adalah wakilnya berasal dari Weda.
“Pasangan calon wakil nanti dari partai koalisi yang akan menentukan berpasangan dengan siapa. Tetapi sebagai kriteria untuk pasangan saya dalam pencalonan Bupati itu adalah orang Weda,” kata Edi dengan lugas.
Sementara Misi yang diusung untuk mewujudkan visinya, Edi mengaku masih misalnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur wilayah, dan pemerintah serta masalah hukum.
Sebelumnya, Edi Langkara digadang-gadangkan bertarung di Pilgub Malut 2024. Jauh sebelum itu, mantan Anggota DPRD Malut ini sudah gencar-gencarnya melakukan membangun konsolidasi politik untuk menapaki Pilgub pada November mendatang mulai dari membangun jejaring di masyarakat, ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, bahkan baliho dan spanduknya sudah bertebaran jauh sebelum masuk di tahun 2024 ini.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!