Beberapa tradisi unik masih bisa disaksikan hari ini, seperti zikir dan shalawat yang dilantunkan dengan nada kidung Jawa setiap menunggu waktu shalat Jumat. Imam masjidnya pun mengenakan udeng (ikat kepala) bermotif batik. Lalu alih-alih satu, ada empat muazin yang mengumandangkan azan di saat bersamaan.
Masjid Saka Tunggal masih memegang tradisi tidak menggunakan pengeras suara. Namun suara keempat muazin menjadikan panggilan shalat terdengar lantang, mengalun merdu dari masjid tertua di negeri ini. (Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!