Di kalangan pendidikan, kata Harun, BNN telah melaksanakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine pada 100 orang yang terdiri dari siswa/siswi di 5 sekolah SMA. Deteksi dini melalui tes urine juga dilakukan secara mandiri oleh 2 instansi pemerintah yakni Kesbangpol dan Bapenda dengan jumlah orang 6 dan hasilnya negatif.
“Padahal sudah ada SK walikota namun yang melakukan deteksi dini secara mandiri baru dua OPD sisanya belum, mungkin alasan klasiknya karena tidak dianggarkan,” pungkasnya.
Diketahui, BNN Kota Tidore Kepulauan saat ini hanya memiliki satu orang tenaga penyidik yakni Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan Harun Hi. Abdullah dengan gelar Sarjana Ekonomi atau SE.
Padahal untuk melaksanakan kerja pemberantasan, di BNN Tikep sendiri harusnya memiliki delapan (8) orang penyidik.
Setiap tahun BNN Tikep selalu menyurat ke Polda Maluku Utara untuk mendapatkan tambahan petugas penyidik, tetapi lagi-lagi pihak Polda Maluku Utara pun kekurangan petugas penyidik.
Meski dengan kondisi keterbatasan SDM namun untuk upaya pemberantasan Narkoba, BNN Tikep terus bekerjasama dengan BNN Provinsi Maluku Utara.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!