Ia menambahkan, inovasi menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kedepannya. Sebab Tikep saat ini tidak punya kawasan pertambangan. Olehnya itu, aparatur pemerintahan harus lebih kreatif dan inovasi dalam mengelola pemerintahan, serta terus bersinergi dengan semua pihak, untuk membawa kemajuan Tikep ke arah yang lebih baik lagi.
“Kita akan terus berinovasi dan bekerja keras. Tentu dengan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tandas Muhammad Sinen.
Sementara, Kepala Bapelitbang Kota Tidore Kepulauan, Saiful Bahri A. Latif mengatakan, berdasarkan penilaian Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kota Tidore Kepulauan meraih urutan pertama inovasi dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Hasil ini berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.10.11-6287 Tahun 2023 Tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2023, tertanggal 6 Desember 2023.
“Di tingkat Nasional, Kota Tidore Kepulauan berada pada urutan ke 34 dari 93 kota di Indonesia. Tahun ini Kota Tikep naik ke urutan 34 setelah sebelumnya di tahun 2022, Kota Tikep berada pada urutan ke 46 tingkat Nasional,” jelas Saiful.
Saiful menambahkan, Tahun 2023 ini, Kota Tidore menyiapkan 52 inovasi yang berasal dari sejumlah OPD, kelurahan, desa dan puskesmas. Inovasi-inovasi itu bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, seperti inovasi penurunan stunting dan pengurangan kemiskinan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!