Pelaku Seni dari 4 Kesultanan Ramaikan FMTI Marasante 2.0 tahun 2023

Siti Faya menambahkan, ada juga pertunjukan ritus Kabata dan Moro-Moro dengan melibatkan 80 orang pelaku ritus kabat dan Moro-Moro dari 4 kampung masyarakat pegunungan, dan FMTI kali ini juga berkolaborasi dengan pemusik “Sape” seniman musik tradisi dari kalimantan Timur. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad mengatakan bahwa FMTI kali ini melibatkan 15 pelaku UMKM, 15 talent lokal dalam pertunjukan musik tradisi, kontemporer, serta pementasan tari. 

BACA JUGA  Waspadai Virus Corona, Polda Malut Gelar Pelatihan Penyemprotan Desinfektan

“Panitia lokal FMTI 2023-Marasante 2.0 adalah komunitas Wildhouse Production yang terdiri dari anak-anak muda pegiat pertunjukan seni budaya,” paparnya. 

Daud berharap, FMTI 2023 ini dapat menjadi media untuk mengaktivasi kesenian lokal berupa musik, tarian, dan bentuk kegiatan seni budaya lainnya yang diorganisir oleh komunitas anak-anak muda, serta dapat memberikan kontribusi terhadap agenda pemajuan kebudayaan yang ada di Kota Tidore Kepulauan dalam bentuk pertunjukan seni budaya, event komunitas melalui kolaborasi antar komunitas anak muda, pegiat seni tradisi dan kontemporer, masyarakat adat, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta, media di Kota Tidore Kepulauan. (RY/PN/Red)

BACA JUGA  Kejari Diminta Serius Tangani Dugaan Kasus Korupsi DID Dinas Pertanian Tikep
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah