Ternate, Maluku Utara- Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat, Kota Ternate mengalami inflasi Year on Year (yoy) pada bulan September 2023 terhadap September 2022 sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,02.
Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha, Senin (16/10/2023), mengatakan inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Manokwari di Papua Barat sebesar 5,26 persen dengan IHK sebesar 119,96 dan inflasi yoy terendah terjadi di Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo sebesar 1,16 persen dengan IHK sebesar 113,23 dan Kota Manado, Sulawesi Utara sebesar 1,16 persen dengan IHK sebesar 113,96.
Dikatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,02 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 6,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,94 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,60 persen.
“Inflasi ini juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,18 persen, kelompok transportasi sebesar 1,61 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,14 persen, kelompok pendidikan sebesar 3,94 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,62 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,50 persen,” papar Aidil.
Ia menambahkan untuk tingkat deflasi month to month (mtm) September 2023 sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) September 2023 terhadap Desember 2022 sebesar 2,49 persen. (RUL/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!