“Nah nanti di situ baru dihitung berdasarkan data yang ada berapa besar jumlah kuota yang diusulkan pada tahun 2024 mendatang,” katanya.
“Yang diusulkan itu hanya BBM bersubsidi saja. Itu yang kami usulkan penambahan kuota, kalau yang bukan subsidi itu tidak diusulkan karena kuotanya tidak terbatas,” sambungnya.
Ia menambahkan, tahun 2023 ini kuota untuk minyak tanah per bulan sebanyak 220 KL (ton), sedangkan untuk pertalite itu perbulan 100 KL (ton). “Berarti kalau dikalkulasi satu tahun itu untuk minyak tanah sebanyak 2.640 KL (ton), sedangkan untuk pertalite jika dikalkulasi dalam satu tahun sebanyak Rp 1.200 KL (ton). Itu jumlah kuota BBM bersubsidi pada tahun ini,” tandasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!