Lanjutnya, untuk tahun 2023 ini saja, alokasi anggaran yang disiapkan untuk membayar utang Kimia Farma yaitu sebesar Rp 2,5 miliar bersumber dari APBD, akan tetapi tidak dibayar sekaligus melainkan dicicil perbulan dari Rp 100 hingga Rp 200 juta.
“Sebab, kalau kita bayar sekaligus biasanya bulan depannya pasti akan menagih lagi. Nah, agar supaya bisa lancar pembayarannya maka kita bayar harus menyicil. Untuk dananya sendiri itu sudah disediakan berapa banyak. Tapi, kita menyicil sampai akhir tahun. Untuk tahun ini kita sediakan Rp 2 miliar setengah. Makanya tahun depan targetnya sudah harus lunas semua. Nah utang yang dibayar ini sesuai dengan kami punya pengambilan saja, sebab sistemnya utang, dan kita sudah ploting di situ, mana yang kita ploting untuk bayar dan mana yang kita bayar utang yang lama serta mana yang kita ploting untuk belanja tahun ini,” jelasnya mengakhiri. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!