Menurutnya, para pelaku yang melakukan tindakan main hakim sendiri tersebut berjumlah kurang lebih 20 orang, dimana dirinya dianiaya secara beramai-ramai hingga mengalami luka lebam di bagian mata, kepala dan bagian lutut bahkan mengeluarkan darah.
“Saya tidak tahu kesalahan saya seperti apa, tau-taunya saat dipanggil dan langsung dipukuli para pemuda itu,” katanya.
Tak terima diperlakukan seperti itu, Maruf langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Maba Selatan Sub Sektor Kota Maba untuk mendapatkan keadilan hukum.
“Pasca saya melaporkan ke Polsek, saya sudah diperiksa oleh pihak Polsek Maba Selatan selama dua hari yakni har Rabu dan Kamis, saya juga sudah menyertakan bukti bukti dan hasil visum dari rumah sakit,” ungkap dia.
Maruf berharap, agar dirinya bisa mendapatkan keadilan hukum karena selalu menjadi sasaran amukan dari para pemuda yang kerap menganiaya dirinya.
“Saya hanya berharap mereka bisa di hukum sehingga ada efek jerah,” pintanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!