Kami sudah sepakat secara kelembagaan besok jam 10 pagi dipanggil lagi sekda-nya, jika tidak hadir maka kami akan palang ruang sekda dan kantor keuangan
Basri Rahaguna (Sekretaris Komisi I DPRD Pulau Morotai)
Daruba, Maluku Utara- Akibat meninggalkan ruangan rapat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulau Morotai mengancam akan memboikot kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan ruang kerja Plt. Sekretaris Daerah (Sekda).
Ancaman ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Pulau Morotai, Basri Rahaguna, lantaran geram dengan sikap Plt. Sekda Suriyani Antarani yang walk out meninggalkan ruang rapat usai terjadi perdebatan alot antara sejumlah anggota DPRD dan TAPD dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait rencana pembahasan APBD-Perubahan tahun 2023. RDP ini berlangsung di Kantor DPRD Pulau Morotai, Rabu (5/7/2023).
Basri menegaskan, jika Suriyani tak hadir dalam RDP yang rencananya dilanjutkan pada besok hari, maka DPRD akan memboikot kantor BPKAD dan ruang Sekda.
Menurut Basri, keputusan ini sudah disepakati secara kelembagaan. “Kami sudah sepakat secara kelembagaan besok jam 10 pagi dipanggil lagi sekda-nya, jika tidak hadir maka kami akan palang ruang sekda dan kantor keuangan,” tegas Basri.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!