Undang Wartawan dan OKP Bukber, Bupati Halsel Dialog Kepentingan Daerah

Menurut Usman, belanja modal di Halsel hampir 700 miliar dan hanya selisih tipis dengan belanja modal Pemprov Malut.

Belanja modal ditetapkan sebesar itu dalam rangka menunjang kegiatan pembangunan infrastruktur yang fokus penataan kawasan Ibukota Labuha.

“Insya Allah tahun depan keuangan daerah jauh lebih normal. Kalau anggaran daerah normal, memudahkan Pemkab intervensi kegiatan pembangunan apa saja bisa dilakukan,” akunya.

BACA JUGA  25 Anggota DPRD Kepulauan Sula Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Lanjut Usman, apalagi dengan kebijakan penerapan sistem non tunai, dipastikan keuangan daerah akan jauh lebih normal di tahun berikutnya. 

“Sistem non tunai diterapkan Pemkab ini sebagai langkah hemat anggaran sekaligus pengendalian sistem keuangan daerah agar tetap normal dalam mengintervensi kegiatan infrastruktur pembangunan demi kepentingan dan masa depan daerah jauh lebih baik,” papar Usman. 

BACA JUGA  DPRD Ternate Gelar Paripurna Istimewa Sambut Walikota dan Wawali

Usman juga menambahkan, Pemkab Halsel meraih perencanaan pembangunan peringkat ke-16 terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia dan perencanaan pembangunan terbaik di Maluku Utara.

“Keberhasilan ini merupakan sebuah prestasi yang cukup luar biasa. Kami akan berupaya keras melakukan yang terbaik demi kepentingan rakyat Halsel,” tandas bupati yang akrab disapa Obama itu. (RA-3/ADV)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah