Beda halnya yang disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel, Soleman Hajiji saat diwawancarai Haliyora.id, Rabu (05/04/2023).
Soleman mengatakan, belum mengetahui pasti capaian progres pekerjaan, tetapi dipastikan pekerjaan tersebut belum juga rampung 100 persen.
“Saya tidak ketahui pasti progres pekerjaan drainase tapi saat kami turun pemeriksaan di lapangan proyek drainase itu belum rampung 100 persen. Makanya ditahan untuk perintahkan pihak rekanan melanjutkan pekerjaan,” terang Soleman sambil beralasan sejak awal belum mau tandatangani dokumen SPM karena belum tuntas pekerjaan.
Berita Terkait: Belum Tuntas Dikerjakan, Anggaran Proyek Miliaran Rupiah Ludes, Kabid BPBD Halsel: Saya Dipaksa dan Diancam
Kata Soleman, apabila pekerjaan itu sudah rampung 100 persen, pihak konsultan, kontraktor dan perencanaan proyek tersebut harus datang di kantor sampaikan data progres pekerjaan.
“Bahkan sejak awal ada tarik menarik antara CV Cila Mandiri dan CV Gandiwa Aksara Raya yang tangani proyek tersebut. Lebih baik pihak konsultan, kontraktor dan perencanaan sampaikan data progres pekerjaan agar tidak bermasalah di kemudian hari dan proses pencairan itu masuk di rekening perusahaan siapa, karena salah satu pihak perusahaan lainnya belum juga menerima upah,” ujar Soleman yang juga PPTK itu.
Diketahui, paket pekerjaan darurat pembangunan drainase, duiker, dan beton pracetak jembatan (box culvert) serta pembuatan saluran banjir itu menelan anggaran sebesar 4,6 miliar rupiah yang bersumber dari APBD tahun 2022 yang dikerjakan CV Gandiwa Aksara Raya. (RA-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!