Ambon, 08 Maret 2023– Kunjungan Direktur Manajemen Pembangkitan Kantor Pusat beserta tim pada hari Selasa (07/03) ke PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara membuahkan hasil diskusi yang efektif dan kooperatif. Peserta kunjungan tersebut terdiri dari Direktur Manajemen Pembangkitan beserta Jajaran dari Kantor PLN Pusat, Jajaran Manajemen Indonesia Power, Jajaran Manajemen Nusantara Power, dan Jajaran Manajemen PLN Batam. Pasalnya, maksud dari kunjungan ini adalah untuk membahas kondisi kelistrikan dan merancang skema pengembangan sistem yang ada di bawah wilayah kerja PLN UIW Maluku dan Maluku Utara. Tak hanya sampai di situ saja, setelah rapat pembahasan selesai dilaksanakan, tim yang termasuk di dalamnya adalah Jajaran Manajemen PLN UIW Maluku dan Maluku Utara turut bersama-sama melakukan site visit di beberapa titik lokasi yang telah ditentukan sebelumnya, seperti PLTD Poka, BMPP Nusantara, dan PLTMG Ambon Peaker yang berlokasi di Desa Waai. PLN UIW Maluku dan Maluku Utara menyambut baik akan kunjungan tersebut dan berharap akan ada hal-hal penting yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki kinerja pelayanan kelistrikan di wilayah kerja yang dimaksud, khususnya di bidang Pembangkitan.
Secara detail, fokus pembahasan kondisi kelistrikan di Maluku dan Maluku Utara tersebar pada beberapa sistem, yakni Sistem Ambon, Sistem Pulau Seram, Sistem Pulau Buru, Sistem Ternate-Tidore, Sistem Pulau Halmahera, Sistem Pulau Obi, Sistem Dobo, dan Sistem Saumlaki. Masing-masing sistem telah ditentukan rencana jangka pendek penyediaan Pembangkit sehingga dapat memperbaiki serta memperkuat sistem kelistrikan di kedua provinsi tersebut. Dengan melihat grafik penambahan beban dari tahun ke tahun di masing-masing sistem, mengharuskan PLN untuk bekerja secara ekstra dalam hal penyediaan pasokan kelistrikan yang andal dan kontinyu.
Sesuai dengan hasil diskusi, di tahun 2023 PLN UIW Maluku dan Maluku Utara akan melakukan Kerjasama dengan PLN Batam dalam hal penyediaan pembangkit sewa. PLN Batam dipercaya dapat mampu menjawab tantangan perkuatan sistem kelistrikan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara terutama yang berkaitan dengan kapasitas mesin pembangkit. Selain itu, akan ada penambahan Pembangkit baru, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan kapasitas cukup besar yang rencananya akan beroperasi di tahun 2024. Tantangan lain terkait dengan pasokan listrik yang harus dipenuhi oleh PLN, bersumber dari Pulau Halmahera yang dikelilingi oleh pelanggan tambang/smelter serta Industri-industri besar lainnya, seperti Industri pengolahan kelapa di Halmahera Utara dengan kapasitas mencapai 2500 MW.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!