BPBD Halsel Butuh Rp 40 Miliar Tangani Kerusakan Talud dan Jembatan di 15 Desa Akibat Cuaca Ekstrim

BPBD Halsel taksir anggaran penanganan darurat yang harus disiapkan itu  sebesar Rp 30-40 miliar untuk intervensi tangani kerusakan talud dan jembatan di sejumlah desa

M. Ichwan Iskandar Alam (Kepala BPBD Halsel)

Labuha, Maluku Utara- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melaporkan, sepanjang Januari sampai Februari 2023, sejumlah fasilitas seperti talud penahan ombak dan jembatan di 15 desa mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrim yang melanda daerah itu.

BACA JUGA  Sepanjang Januari-Oktober 2025, Ini Jumlah Kejadian Bencana yang Terjadi di Halmahera Selatan

“15 desa kena dampak cuaca ekstrim yaitu Desa Kupal, Orimakurunga, Ngokomalako, Oha, Saketa, Moloku, Batulak, Dolik, Lolarogurua (Loid), Maffa, Kokotu, Samat, Geti Baru, Fulai, Sabatang dan Bahu,” urai Kepala BPBD Halsel, M. Ichwan Iskandar Alam, Senin (20/2/2023).

Ichwan mengatakan, sejauh ini baru beberapa desa yang mendapat penanganan dari tim TRC BPBD Halsel. “Kerusakan di 15 desa itu rata-rata talud penahan ombak dan jembatan yang ambruk sepanjang puluhan hingga ratusan meter akibat gelombang pasang dan banjir bandang,” ungkapnya.

BACA JUGA  Data BPBD Halsel : 35 Desa di 17 Kecamatan Terdampak Cuaca Ekstrim

Untuk menanggulangi kerusakan talud dan jembatan di beberapa desa ini, lanjut Ichwan, setidaknya menelan anggaran hingga Rp 40 miliar.

“Jadi, BPBD Halsel taksir anggaran penanganan darurat yang harus disiapkan itu  sebesar Rp 30-40 miliar untuk intervensi tangani kerusakan talud dan jembatan di sejumlah desa tersebut,” pungkasnya. (RA-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah