Wawali Tikep Minta Hentikan Pembangunan Indomaret di Tidore

Tidore, Maluku Utara- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) masih mengkaji dan mempertimbangkan rencana masuknya bisnis waralaba Indomaret di Tidore.

Hal tersebut disampaikan, Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen, saat memimpin audiensi bersama perwakilan pedagang lokal di Ruang Rapat Kantor Walikota, Senin (19/12/2022).

“Di era globalisasi ini tidak ada larangan bagi siapa saja untuk berdagang. Jadi jangankan Indomaret, orang dari Cina pun bisa datang berjualan kangkung di Tikep ini. Maslahnya adalah, begitu mereka datang, posisi penjual atau pedagang yang ada di Tidore ini mampu bersaing atau tidak, bersaing dari berbagai aspek, mulai dari harga hingga yang lainnya,” singgung Muhammad Sinen.

Menurut Wakil Walikota Tikep dua periode itu bahwa kalau kita tidak menerima orang dari luar masuk, maka selama itu pula tidak akan ada perubahan. Sebab kehadiran orang luar merupakan tantangan bagi masyarakat Tikep sendiri untuk lebih inovatif, karena adanya persaingan.

Meski demikian, kata Muhammad Sinen, masuknya Indomaret di Pulau Tidore masih akan dibahas lebih lanjut bersama perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan pedagang dengan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan.

BACA JUGA  APBN 2023 untuk Malut Ditetapkan Rp.16,84 Triliun, Dana Desa Rp. 834,59 Miliar

“Nanti kita bicarakan lebih lanjut, kita atur secara baik-baik antara pedagang, masyarakat dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, agar kebijakan mengizinkan masuknya Indomaret ini apakah dilanjutkan atau di stop, supaya stelah dieksekusi tidak ada lagi yang protes dari bawah. Jadi semua pasti akan dipertimbangkan,” imbuh Muhammad Sinen yang ketua Ketua DPD PDIP Maluku Utara itu.

Sementara koordinator pedagang di Kota Tidore Kepulauan, Supriyadi Syahbudin dalam audiensi tersebut mengungkapkan, berdasarkan pernyataan dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP bahwa pembangunan Indomaret di Tidore belum ada izin, namun dari informasi yang dicover, ada satu gerai milik Indomaret yang sudah dibangun.

“Ini menjadi kekhawatiran kami sebagai pedagang lokal di Tidore, karena penjelasan dari Dinas PTSP, belum ada izin pembangunan, masih dalam tahap kajian aspek tata ruang, tapi faktanya sudah ada proses pembangunan Indomaret di Kelurahan Goto samping TK Bhayangkari,” beber Supriyadi.

BACA JUGA  Kapus Babang Diduga Pangkas Dana BOK 30 Persen, Kadinkes Halsel : Kita Akan Panggil

Menanggapi pernyataan Koordinator Pedagang tersebut, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Tikep juga membenarkan bahwa izin usaha dan izin mendirikan bangunan (IMB) Indomaret di Tidore belum dikeluarkan, masih dalam tahap proses.

Setelah mendengar keterangan tersebut, Wawali Tikep, Muhammad Sinen langsung memerintahkan Sekretaris Daerah Kota Tikep, Ismail Dukomalamo dan Kepala Dinas PU selaku dinas teknis untuk menindaklanjuti informasi dari Sekretaris Dinas PM PTSP mengenai telah dibangunnya gerai milik Indomaret di Kelurahan Goto ke Pengelola bisnis retail itu.

“Seharusnya dari sisi administrasi lengkap dulu baru mulai bangun. Masa masih dalam pengurusan sudah dibangun. Jadi setelah rapat ini Pak Sekda dan Kadis PU selaku dinas teknis tinjau lokasi tersebut, dan tolong sampaikan ke yang bersangkutan, bahwa dengan rasa hormat saya sebagai Wakil Walikota memintanya untuk hentikan kegiatan pembangunan itu,” tegas Muhammad Sinen. (YH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah