Tidore, Maluku Utara- Menteri Perdagangan (Mendag) RI yang juga Ketua Panitia Pusat Sail Tidore 2022, Zulkifli Hasan resmi membuka acara Sail tahun 2022 yang berlangsung di Tidore, Maluku Utara, Sabtu (26/11/2022).
Zulkifli dalam sambutannya menyebut Republik Indonesia (RI) memiliki utang kepada Tidore. Hal itu kata Zulkifli, karena Tidore memiliki peran yang besar terhadap keutuhan Indonesia dengan menyatukan Papua Barat menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Ini disampaikan Zulkifli dihadapan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, KSAL, Laksamana TNI Yudo Margono dan ribuan undangan pada puncak sail tidore, Sabtu (26/11/2022).
Ia mengatakan, Tidore merupakan kota bersejarah dengan kisah perjuangan yang luar biasa. Dahulu, Tidore adalah wilayah paling timur di Indonesia yang berjuang melawan pendudukan kolonial Belanda pada dekade 1978 dibawah Muhammad Amiruddin Kaicil Paparangan atau dikenal dengan Sultan Nuku. Kemudian perjuangan diteruskan oleh Sultan Zainal Abidin Sjah pada dekade 1961. Selanjutnya Sultan Jainal Abidin Sjah membentuk penyatuan Irian Barat menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, Tidore juga dikenal sebagai jalur rempah Indonesia sejak abad ke-16, yang menyebarkan kejayaan Indonesia di zaman Sultan Nuku dalam perdagangan global dunia.
“Baru-baru ini, saya ketemu Menteri Industri dan Investasi Afrika Selatan, ternyata, menteri itu putra keturunan Tidore. Rupanya, dari silsilahnya, moyang mereka dulu di abad ke-16 itu dibuang oleh Belanda ke Afrika Selatan,” ungkap Zulkifli Hasan.
Bagi Zulkifli, sudah sepatutnya gempita Sail yang dilakukan di Tidore ini harus mendorong percepatan pembangunan ekonomi serta mempromosikan potensi Tidore kepada investor dan wisatawan dunia. “Republik ini berhutang kepada Tidore,” tegas Zulkifli Hasan.
Menurutnya, Sail Tidore merupakan salah satu upaya menjaga perekonomian Indonesia bagian timur untuk tumbuh.
Pelaksanaan Sail Tidore juga diharapkan, mendorong percepatan pembangunan di Tidore dan Maluku Utara, dan titik balik pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 serta krisis global.
Kegiatan Sail Tidore 2022, lanjut Zulkifli Hasan merupakan hasil koordinasi dan kerjasama yang baik dari 32 kementerian dan lembaga termasuk BUMN dan pelaku usaha lainnya.
Rangkaian Sail Tidore telah dilaksanakan sebelum 24 November 2022 yang mengangkat potensi wisata, seni, budaya.
Tak hanya itu, berbagai program telah dilakukan diantaranya, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dalam mendukung wisata, promosi produk, pelayanan kesehatan, perbaikan egatasi pohon agar akses lingkungan hidup menjadi lebih baik.
Diketahui, tamu yang hadir di penyelenggaraan Sail Tidore 2022 ini yaitu sebanyak 1.100 orang. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!