Morotai, Maluku Utara- Berasal dari keluarga pas-pasan tak membuat Ladita S. Kerang (16), siswa kelas II SMAN 1 Pulau Morotai harus berputus asa.
Dia baru saja baru saja membawa pulang medali emas pada ajang Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra-Popnas) Zona lima (5) yang berlangsung pada 9-13 November 2022 di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
Satu medali emas yang disabet Ladita dalam kompetisi ini tentu mengharumkan nama Kabupaten Pulau Morotai terutama sekolah dimana ia berasal serta keluarga besarnya.
Sebagai pelajar yang mengguluti olahraga tinju sebagai hobinya, Ladita selalu optimis untuk meraih impian yang dicita-citakan. Alhasil, petinju muda yang tergabung di Sasana Moro Sakti Boxing Camp (MSBC) Wawama di Kecamatan Morotai Selatan itu mampu meraih medali emas setelah menaklukkan petinju lainnya dari Papua, Sulawesi Tengah dan yang terakhir petinju dari Sulawesi Utara di laga final.
“Kami mengucapkan rasa syukur atas pencapaian atlet kami. Hal itu menjadi hadiah manis atas kerja kerasnya. Alhamdulillah atlet kami mendapat juara satu,” kata mentor yang juga Coach di MSBC, Maman Samsudin kepada Haliyora melalui telpon seluler, Kamis (17/11/2022).
Maman menceritakan, kemenangan anak asuhnya di ajang Pra Popnas itu juga tak terlepas dari sederet pengalaman sulit yang dialami timnya itu. Diceritakan, sebelum berangkat ke Palu, Maman merasa kesulitan lantaran harus menanggung beban biaya yang terbilang cukup membebaninya. Karena untuk sampai di Kota Palu, paling tidak dana yang dikantongi mereka harus terbilang besar.
“Alhamdulillah kami dibantu oleh KONI Pulau Morotai dengan uang sebesar Rp 3 juta. Begitu juga dengan, Plt Sekda Morotai memberikan kami bantuan dalam bentuk dana sebesar Rp 2 juta untuk anggaran perjalanan kami ke Palu,” tutur Maman.
Kedepan ia berharap, ada perhatian khusus dari Pemkab Pulau Morotai terutama instansi terkait dan KONI untuk para atlit. “Karena atlit-atlit di yang mau bertanding diluar ini membawa nama daerah,” tukasnya.
Sementara itu, Ladita S. Kerang yang ditemui Haliyora mengisahkan, sebagai anak dari seorang buruh, ia awalnya merasa ragu. Keraguan ini ditepiskannya sambil terus mengasah kemampuan tinjunya itu.
“Jadi, saya agak kesulitan ketika mengikuti tinju di Pra Popnas ini, karena orang tua saya dalam hal ini bapak saya hanya bekerja sebagai buruh di Morotai, sedangkan ibu saya hanya sebagai penjual ikan di pasar,” kata anak sulung dari Sunardi Kerang dan Wa Ode Ati ini.
Saat pertandingan berlangsung, sesekali ia merasa gugup ketika berada diatas ring tinju. Akan tetapi jam latihan serta kemampuan tinjunya terus diterpannya sehingga menjadikan Ladita bisa sampai di titik ini.
“Namun karena dengan rasa penuh percaya diri serta banyak dukungan dari keluarga terutama Papa dan Mama, serta coach saya akhirnya keraguan itu bisa hilang dan Alhamdulillah saya bisa berhasil membawa medali emas,”
Ladita mengatakan, medali emas yang diraihnya itu merupakan buah dari hasil kerja kerasnya selama ini. Menurutnya, tidak ada yang mustahil jika terus berdoa dengan usaha serta dukungan dari keluarga.
Adapun raihan medali emas yang diperoleh ini memastikan satu tiket kepada Ladita untuk berlaga pada Popnas 2023 yang diselenggarakan di Provinsi Aceh pada Januari mendatang.
“Latihan, latihan, dan latihan tiap hari, pulang sekolah langsung latihan, bangun tidur latihan juga, kunci kesuksesan dari berlatih,” begitu kata Ladita sambil memberikan motivasi kepada kawula muda di Maluku Utara agar terus berusaha menggapai impian dengan doa dan kerja keras. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!