Kantor UPP Kelas II Babang Halsel Tertibkan Angkutan Laut yang Dokumennya Kadaluwarsa

Babang, Maluku Utara- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Babang bersama Dinas Perhubungan Halsel dan Pos TNI Angkatan Laut Labuha menertibkan sejumlah kapal dan speedboat dipelabuhan Kupal dan Habibi.

Hal ini disampaikan kepala UPP kelas II Babang, Rosihan Gamtjim saat diwawancarai Haliyora Jum’at, (11/11/2022).

Rosihan mengatakan, operasi penertiban dokumen speedboat itu dimulai pada Selasa, 8 November lalu dengan mengambil titik lokasi di pelabuhan speed boat Kupal. Kegiatan hari pertama itu terjaring 6 kapal/speed boat yang lampiran pas kecilnya sudah expired dan pas kecilnya belum dikukuhkan.

Pada hari kedua masih di lokasi yang sama, tim gabungan juga menemukan beberapa kapal/speed boat yang lampiran pas kecilnya sudah expired dan menerima tiga rangkap surat permohonon untuk pengukuran kapal/penerbitan pas kecil baru.

BACA JUGA  Dana Koperasi Merah Putih di Malut Bakal Cair Bulan Ini

“Speed boat yang terjaring operasi ini administrasinya langsung kami perbaharui,” kata Rosihan Gamtjim.

Berikut daftar speed boat yang terjaring pada hari pertama dan administrasi langsung diperbaharui. SB. Teluk Golao, untuk pembaharuan, lampiran pas kecil dan pengukuhan pas kecil, SB. Anugerah 06, pembaharuan lampiran pas kecil dan pengukuhan pas kecil, SB. Waringin 04, pembaharuan lampiran pas kecil dan pengukuhan pas kecil.

Berikutnya SB. Charissa, pembaharuan lampiran pas kecil dan pengukuhan pas kecil. SB. Kembang Super, pembaharuan lampiran pas kecil, dan SB. Sinar Obi, pembaharuan lampiran pas kecil.

BACA JUGA  Pesan Kadis Pendidikan Kota Ternate: Sekolah Jangan Tahan Ijazah Siswa

Selain itu, dalam sidak gabungan ini, petugas juga langsung melakukan pengukuran baru terhadap 4 unit kapal/speed boat dilokasi, diantaranya, SB. Aditya, SB. Mutiara Bacan 04, ditambah KM. Asmid Jaya, dan KM. Ayu Lestari Obi 02.

Rosihan menegaskan, kepada pemilik kapal/speed boat agar terus memperbaharui surat-surat kapal yang telah mengalami expired (kadaluarsa). “Ini dimaksudkan agar setiap kapal tertib status hukum kapal dan tertib kelaikan lautan kapal,” tandasnya. (Asbar-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah