Peduli Pedagang, GAMHAS ‘Seruduk’ Kantor Walikota Ternate

Ternate, Maluku Utara- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (27/10/2022).

Aksi demonstrasi ini meminta kepada Pemerintah Kota Ternate agar memastikan tempat untuk pedagang di Belakang Mall Jatiland yang akan di relokasi.

Tampak aksi unjuk awalnya berjalan kondusif. Namun berselang beberapa menit kemudian aksi menjadi ricuh pada saat massa hendak melakukan pembakaran ban.

Koordinator aksi Abidin Rumage mengatakan aksi yang dilakukan ini untuk meminta kepastian tempat untuk pedagang kaki lima yang berada di belakang Mall Jatiland. “Pada saat penyampaian aspirasi ini, kemudain tidak di tanggapi oleh Pemerintah Kota Ternate,” katanya.

BACA JUGA  Pekan Depan, Polres Pulau Taliabu Mulai Lidik Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Dikatakan, sudah kurang lebih tiga bulan rencana relokasi yang digaungkan Pemkot Ternate berhasil menciptakan kepanikan bagi para pedagang yang berjualan di wilayah yang akan disulap pemerintah menjadi kawasan kuliner itu.

Dalam rencana pemindahan tersebut, banyak terdapat masalah di dalamnya, mulai dari tidak adanya sosisalisasi hingga desakkan pengosongan barang dagangan.

“Sementara tempat jualan baru tidak disediakan oleh pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate,” ucapnya.

Ia menyebutkan dalam perkembangan, situasi ini menjadi semakin rumit ketika upaya pengadaan tempat dari dinas terkait dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan hasil dagangan. Para pedagang beralasan, tempat yang disediakan memiliki jarak relatif dekat dengan pedangan besar/agen dengan enis dagangan yang serupa, terutama di pasar Bahari Berkesan lIl.

BACA JUGA  Perdana! Wabup La Ode Yasir Resmi Buka Musorkab KONI Pulau Taliabu

Tidak hanya itu, upaya pendataan pedagang yang belum mendapatkan tempat juga dinilai serampangan dan tak terkoordinasi. Bahkan sempat dilakukan pembagian nomor tempat jualan.

“Upaya ini tidak mengakomodir semua pedagang, hanya karena keterbatasan nomor akibat tempat yang disediakan tidak bisa menampung seluruh pedagang sehingga sampai saat ini masih banyak pedagang yang memilih untuk menetap dan berjualan di belakang mall,” tandasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah