Tiga Sektor jadi Prioritas Andalan Pengembangan Pemda Morotai : Ada Rencana Investasi Senilai Rp 100 Triliun

Morotai, Maluku Utara- Plt. Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, F. Revi Dara mengungkapkan program prioritas Pemerintah Pulau Morotai saat ini adalah di bidang pariwisata dan perikanan.

Sedangkan Bidang Pendidikan dan Kesehatan tetap dilaksanakan karena perintah undang-undang. Itu disampaikan Revi kepada Haliyora saat ditemui, Rabu (26/10/2022).

Sektor pariwisata, kata Revi, menjadi prioritas program karena pariwisata Morotai sudah masuk sepuluh besar destinasi wisata nasional yang bakal dikembangkan ke depan.

“Morotai ini sudah masuk 10 besar destinasi wisata nasional yang akan dikembangkan ke depan, sehingga menjadi program prioritas pembangunan pemerintah Kabupaten Pulau Morotai saaat ini,” terangnya.

BACA JUGA  Tertinggal, Wabup Sula Minta Guru Tingkatkan Mutu Pendidikan

Lanjut Revi, pengembangan sektor pariwisata ini Pemda Morotai memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, terutama terkait pengembangan bandara yang ada sekarang ini.“Makanya, salah satu fokus kita ke depan adalah pengembangan bandar udara,” terangnya.

Sementara, sektor perikanan menjadi sektor andalan yang akan dikembangkan Pemda Morotai.

Revi menjelaskan, pembangunana sektor perikanan sendiri dilaksanakan dengan memberikan bantuan armada nelayan kepada masyarakat serta pengembangan industri perikanan dengan masuknya investasi dari Jepang dan Taiwan.

“Kita sudah pra MoU dengan Jepang dam Taiwan, namun di Taiwan masih ada Covid sehingga sementara masih dipending. Nanti pasca Covid baru pra MoU itu ditindaklanjuti,” jelasnya

BACA JUGA  Tumpahan Pertalite Mobil Pick-up Penyebab Kebakaran di Halteng, Sopir Alami Luka Bakar Serius

Investasi dari Taiwan dalam sektor perikanan sendiri, sambung Revi, sebesar Rp 100 triliun.

Dikatakan, pihak investor Taiwan berencana membangun pabrik ikan kaleng di wilayah Morotai Selatan Barat antara Desa Wayabula dan Desa Tutuhu.

“Nilai investasi dari Taiwan untuk perikanan itu sebesar Rp 100 triliun untuk pembiayaan pembangunan pabrik sampai dengan produksi pengalengan (pabrikan,red). Itu disampaikan kemarin di pra MoU. Jadi kita masih menunggu keseriusan mereka untuk kerjasama ini”, ucapnya. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah