Morotai, Maluku Utara- Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, enggan memberikan tanggapan apa-apa terkait dugaan praktik penimbunan BBM jenis Pertalite oleh APMS Bere-Bere. Buktinya, sudah beberapa kali Haliyora mencoba mengkonfirmasi mengenai desakan warga yang meminta agar Disperindagkop mengawasi aktifitas pelayanan BBM di APMS ini.
Sayangnya, Kepala Disperindagkop, Nasrun Mahasari, malah tak memberikan jawaban apapun sejak wartawan mengkonfirmasinya melalui pesan whatsApp pada Kamis 30 September lalu sebanyak dua kali. Kemudian pada Sabtu 1 Oktober dan Senin (3/10/2022) kemarin.
Sebelumnya, pada Kamis 30 September lalu, Kepala Desa Bere-Bere, Helmi Muhammad, memberikan keterangan di media ini bahwa ia bersama warga setempat menduga adanya praktik penimbunan BBM jenis Pertalite di APMS yang berlokasi di Kecamatan Morotai Utara itu.
Dugaan aktifitas penimbunan BBM jenis Pertalite makin menguat setelah sejumlah aparat Desa Bere-Bere dan dari pihak kecamatan memergoki salah satu mobil tanki APMS yang menyelinap masuk ke gudang milik salah seorang pengusaha di daerah tersebut pada Kamis 30 September lalu.
Atas kecurigaan ini, Kepala Desa Bere-Bere, Helmi Muhammad, lantas meminta agar Disperindagkop Pulau Morotai untuk turun mengecek langsung aktifitas pelayanan BBM di APMS Bere-Bere, serta diminta mengontrol pasokan BBM saat disuplai dari depot Pertamina Daruba ke Bere-Bere.
Selain itu, dugaan adanya praktik penimbunan BBM oleh APMS Bere-Bere juga makin menguat lantaran kuota yang dipasok depot Pertamina di Daruba ke APMS sebanyak 80 ton perbulan nyaris tidak dinikmati oleh warga terutama di Kecamatan Morotai Utara. “Pasokan 80 ton perbulan itu harusnya dinikmati masyarakat terutama warga Morotai Utara, tetapi malah tidak terasa,” sesal Kades Bere-Bere, Helmi Muhammad, seperti yang dikutip dari media ini beberapa hari yang lalu. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!