Menu

Mode Gelap

Headline · 13 Agu 2022 03:02 WIT ·

Si ‘Army Dock’, Saksi Sejarah yang Tak Terurus


					Pantai Army Dock Morotai Perbesar

Pantai Army Dock Morotai

Morotai, Maluku Utara- Siapa yang tak kenal pantai Army Dock. Pantai ini merupakan sekian dari tempat saksi sejarah dimana tentara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya melakukan pendaratan pertama kali di Pulau Morotai pada 15 September 1944. Di pantai ini pula tentara sekutu itu dihadang habis-habisan oleh tentara Kekaisan Jepang yang waktu itu lebih dulu menduduki Pulau berjulukan Bumi Moro ini.

Andai Jenderal Douglas MacArthur, komandan tertinggi asukan AS untuk wilayah Asia Pasifik Barat kala itu bertekuk diujung samurai tentara dai Nipon yang sudah dirasuki doktrin kamikaze, mungkin bukan namanya pantai Army Dock seperti yang kita kenal saat ini. Penamaan Army Dock sendiri menurut keterangan sejarah, dijuluki tentara Amerika Serikat yang mendirikan pangkalan militer di kawasan tersebut.

Pantai yang berada di barat daya Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara ini merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Kabupaten Pulau Morotai. Dulunya patai tersebut memiliki 7 (tujuh) dermaga pelabuhan yang menjorok ke laut. Sayangnya, kini hanya tersisa puing-puing batu bekas dermaga yang menjadi ciri khas pantai ini. Dulunya di sekitar pantai ini juga didirikan beberapa instalasi militer dan rumah sakit oleh tentara Sekutu. Sekarang tampaknya sudah tak bersisa lagi.

Secara harfiah ‘army dock’ memiliki arti dermaga tentara. Destinasi wisata ini diakui oleh pemerintah sebagai salah satu destinasi sejarah terbaik di Indonesia. Jika melancong ke Army Dock, dari Bandara Leo Wattimena Morotai ke pantai yang berada di Desa Pandanga ini jaraknya 7,9 kilometer, ditempuh berkendara selama 15 menit. Sedangkan kalau dari pelabuhan hanya berjarak 2,1 kilometer atau selama 5 menit dengan berkendara.

Saat berada di Army Dock, anda bagaikan berada di mesin waktu yang membawa kembali ke suasana Perang Dunia II. Suasana pantainya dengan puing-puing bekas pelabuhan militer dan pemandangan laut biru lepas menambah spektakulernya pantai seakan-akan anda berada di tengah perang itu.

Sayangnya, pantai Army Dock yang berpasir putih dan berlaut biru jernih harus terkotori dengan banyaknya sampah organik di pasirnya. Sampah-sampah ini merupakan dedaunan, sabut kelapa, cabang pohon hingga potongan bambu dan sampah lain yang terbawa arus dari laut di sekitarnya. Kondisi ini dikeluhkan para pelancong yang berkunjung kesitu.

“Banyak sekali sampahnya. Anak saya yang bermain di pantai juga merasa takut, karena banyak batang kayu dan bambu, takutnya melukai mereka. Ini sudah dua hari tapi belum ada petugas yang membersihkan, biasanya ada,” keluh Marjan, salah seorang warga kepada haliyora, Jum’at (12/08/2022).

Ia mengaku sampah yang berserakan ini menyebabkan para pengunjung merasa tidak nyaman, apalagi Army Dock menjadi salah satu lokasi favorit bagi pengunjung terutama anak-anak di kabupaten itu.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, Ismail, salah seorang warga Desa Muhajirin berinisiatif langsung turun tangan membersihkan area pantai Army Dock. Ia juga meminta kepada para pengunjung lainnya agar turut menjaga kebersihan pantai.

“Jadi kita juga harus turut serta menjaga kebersihan, karena pantai ini merupakan salah satu destinasi terbaik di Morotai. Kami rekreasi di wisata ini butuh kenyamanan dan keindahan pemandangan. Kami berharap tempat ini dijaga sama-sama kebersihannya biar nyaman jadi tempat main anak-anak juga,” pintanya. (Tir-2)

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Ini Daftar Penumpang Long Boat yang Tenggelam di Perairan Paslal Sula

25 September 2022 - 07:38 WIT

BPJN Provinsi Maluku Utara Target Jalan Keliling Morotai Tuntas 2024

25 September 2022 - 07:21 WIT

4. 200 Titik Jalan Berlubang di Morotai Akan Digilas

25 September 2022 - 04:26 WIT

Long Boat Terbalik di Perairan Paslal Sula, 4 Orang Dikabarkan Meninggal

25 September 2022 - 04:24 WIT

Ini Jadwal Pembentukan Panwascam Pemilu 2024 di Haltim

24 September 2022 - 12:04 WIT

Kades di Morotai Bantah Aparatnya Tilep Upah Tukang Program RTLH

24 September 2022 - 06:29 WIT

Trending di Headline
error: Content is protected !!