Morotai, Maluku Utara- Kepala Desa Sangowo Timur, Suhud Musapao, mengakui banjir yang melanda beberapa desa di Pulau Morotai mirip kejadiaan tahun 1998 silam. Saat itu banjir merendam pemukiman warga hingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
“Kejadian ini sama seperti tahun 1998 lalu. Ini yang kedua kalinya terjadi di Desa Sangowo, yang kedua ini paling parah,” ungkap Sahud, (16/6/2022).
Sahud mengisahkan, penyebab banjir pada 98′ silam diakibatkan dari jebolnya telaga induk Desa Sangowo lantaran tak kuat menahan volume debit air.
“Penyebabnya karena luapan air dari telaga yang berada di belakang Sangowo induk itu meluap, sehingga terjadi banjir besar,” kisahnya.
Sementara itu, banjir yang merendam pemukiman warga pada Kamis, 15 Juni kemarin, mengakibatkan kerusakan parah di beberapa desa di Morotai. Sementara, desa yang paling parah akibat banjir ini yaitu tiga (3) desa, yakni Sangowo Barat, Sangowo Induk, dan Sangowo Timur.
Kepala Desa Sangowo Timur, Suhud Musapao mengakatan, akibat dari banjir ini sedikitnya ratusan rumah di ketiga desa tersebut terendam air dan ratusan warga terpaksa mengungsi.
“Hujan deras ini dimulai sejak malam Kamis, dan sekitar jam 11.00 WIT siang, air mulai meluap besar dengan ketinggian hingga 1 meter. Untuk di desa saya ada 4 RT, yang paling parah itu 2 RT, di kompleks itu ketinggian air bahkan mencapai pusat orang dewasa,” ungkap Sahud.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Muslim Jumati, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini sudah berada di beberapa titik banjir.
Muslim menjelaskan, dari data sementara BPBD Pulau Morotai, selain tiga desa di Sangowo yang terdampak parah, ada beberapa desa lainnya di Morotai juga mengalami kejadian serupa, seperti di Kecamatan Morotai Timur, yaitu Desa Sambiki Tua dan Sambiki Baru dan Desa Muhajirin. Lalu di Kecamatan Morotai Selatan, yaitu Desa Sabatai dan Desa Sabalah.
“Untuk Kecamatan Morotai Selatan sendiri luapan air yang agak tinggi adalah Desa Muhajirin baru. Begitu pun Desa Sabatai dan Desa Sabalah itu banjir datangnya dari pegunungan di belakang desa. Sementara BPBD sudah mulai mendata jumlah rumah yang terdampak dan kerugian yang dialami,” pungkasnya.
Untuk penanganan korban banjir di Morotai, Kepala Dinas Sosial Alfatah Sibua menjelaskan, bahwa pihaknya kini telah mengambil langkah taktis dengan melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk penanganan darurat.
“Pada prinsipnya setiap kejadian atau musibah yang terjadi di negara ini, itu negara selalu hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbunya. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!