Ternate, Maluku Utara- Pesta demokrasi di negara ini atau Pemilihan Umum sudah disepakati berlangsung pada 2024. Jadwal pemungutan suara pun tidak seperti Pemilu sebelumnya yang biasanya digelar pada bulan April. Kali ini, pencoblosan atau hari H Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
Jika dikalkulatif, maka tahun 2024 tak ada lagi ruang untuk melakukan konsolidasi oleh partai politik sebagai peserta pemilu guna memenangkan pertempuran politik.
Otomatis, tahun 2023 merupakan waktu yang tepat dijadikan sebagai tahun konsolidasi. Seluruh partai politik dipastikan intens menggerakkan mesin politiknya. Jejaring-jejaring partai mulai dari tingkat pusat sampai desa turun ke bawah berebut hati rakyat sebagai pemilik kedaulatan agar bisa keluar sebagai pemenang pesta demokrasi terbesar di negara ini.
Di Maluku Utara sendiri, beberapa partai politik sudah ancang-ancang memasuki arena pertempuran politik dan memenangkannya. Berbagai strategi dan skema juga sudah disiapkan agar bisa menguasai pucuk pimpinan kantor yang berada di jalan kilo meter 40 Sofifi.
Partai Golkar misalnya, punya ambisi besar untuk mengambil alih pucuk pimpinan DPRD Malut yang sempat digenggamnya pada Pemilu 2014.
Ambisi Partai Golkar tak bisa dianggap sebelah mata. Pada Pemilu 2019, Partai Golkar juga memperoleh jumlah kursi yang sama dengan partai pemenang (PDI-P), yakni 8 sheet. Hanya saja kalah selisih jumlah suara, sehingga Partai Golkar walaupun dengan berat hati harus mengikhlaskan estafet kepemimpinan DPRD Malut dinakhodai PDI Perjuangan dan berada pada runner up.
Dalam menghadapi pertempuran politik di 2024, DPD Partai Golkar Maluku Utara kini memasang target perolehan 12 kursi di parlemen sekaligus mengendalikan palu sidang DPRD Malut.
Optimisme Partai Golkar juga didukung dengan raihan pada Pilkada serentak 2020 lalu, dimana Partai Golkar berhasil merebut kembali kepemimpinan di Kabupaten Kepulauan Sula, dan mempertahankan penguasaan teritorial di Kabupaten Halmahera Utara dan Pulau Taliabu.
“Hasil Rakerda dan juga Rapimda, membahas soal target kemenangan di pileg 2024, dan Golkar menargetkan 12 kursi untuk menjadi pemenang pertama sekaligus menjadi Ketua DPRD Provinsi Malut,” ujar Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku Utara kepada Haliyora.
Tak ketinggalan dengan Partai Golkar, PDI Perjuangan atau dikenal dengan Partai Moncong Putih pun punya tekad besar pertahankan kursi Ketua DPRD Malut agar tak lepas dari cengkeramannya.
Dengan basis kultural dan kader militan, DPD PDI Perjuangan Maluku Utara berkeyakinan genggaman kursi Ketua DPRD Malut yang saat ini dikendalikan tak akan lepas begitu mudah.
Menurut Sekretaris DPD PDI-P Malut, Asrul Rasyid Ichsan, untuk Pemilu 2024, partainya memasang target menambah dua kursi dari perolehan saat ini, sehingga menjadi 10 kursi.
Bagi Asrul, perolehan 10 kursi merupakan capaian ideal setelah memotret konfigurasi dan peta politik di Maluku Utara saat ini.
Berbeda dengan Partai Golkar, Asrul agak lebih terbuka menyampaikan target wilayah sebagai sasaran penambahan suara dan kursi. “Dua kursi yang akan ditambah adalah di Dapil II Halut-Morotai dan Dapil IV Halsel. Di Halut akan digenjot menadi 3 kursi yang sebelumnya 2 kursi, dan di Halsel akan didorong menjadi 2 kursi dari perolehan saat ini 1 kursi,” ungkap Asrul sambil memperlihatkan peta target dan sebaran pergerakan mesin dan sayap partai kepada Haliyora.
“Diharapkan semua struktur partai, simpatisan, bekerja konsolidir sampai di 2024 secara maksimal agar dapat mempertahankan kursi dan menambah jumlah perolehan kursi yang sudah ditargetkan,” pungkasnya mengakhiri.
Selain ke dua partai papan atas itu, Partai Demokrat dan Gerindra juga memasang target yang sama. Yakni menguasai 01 Parlemen Maluku Utara.
Seperti disampaikan oleh Sekretaris Wilayah Demokrat Malut, Junaidi Bachrudin. Kata dia, untuk 2024 nanti, saat ini Partai Demokrat sudah memasang target. Target utamanya adalah semua dapil harus terisi kursi.
Junaidi menuturkan pada Pemilu 2019 lalu, Partai Demokrat berhasil meraih wakil pimpinan DPRD, meskipun Dapil III (Tidore, Halteng dan Haltim) tidak memperoleh kursi, sehingga pada 2024 diupayakan bisa meraih kursi pada dapil tersebut. Sementara untuk Dapil I (Ternate-Halbar), sambung Junaidi, ditagetkan meraih dua kursi. Sehingga untuk keseluruhan target bisa raih enam atau tujuh kursi minimal, dan bisa menjadi pemenang pertama, dan merebut Ketua DPRD Provinsi.
Selanjutnya untuk skema pemenangan, Junaidi enggan membocorkan. “Untuk skema ataupun strategi Partai Demokrat, saya kira itu menjadi rahasia, dan saat ini kita belum bisa membukanya. Yang jelas Demokrat telah menyiapkan strategi untuk pileg tersebut,” ujarnya.
Ketua Pemenangan Pemilu Partai Gerindra Maluku Utara, Arsad Sanake mengatakan, saat ini perolehan kursi Partai Gerindra di DPRD Malut yakni lima kursi dan menempati Wakil Ketua DPRD. Di 2024, Partai Gerindra, kata Arsad, akan semakin berusaha untuk tingkatkan jumlah kursi, minimal dua atau tiga.
Arsad mengakui penambahan kursi sesuai target yang diinginkan tentunya tidak mudah, perlu kekuatan dan kebersamaan. Untuk itu, sambung Arsad, mesin partai akan dikerahkan secara bersama untuk meraih kursi sesuai dengan target.
“Ada beberapa dapil yang memiliki peluang dalam menambah jumlah kursi kita, Ternate-Halbar, Halut-Morotai dan juga Halsel. Gerindra mencita-citakan untuk bagaimana menjadi pemenang pertama guna merebut Ketua DPRD,” tandas Arsad. (Ecal-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!