Ternate, Maluku Utara- Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Ternate menemukan pasokan komoditi ikan cakalang dari wilayah Sanana Ke Ternate mengandung bakteri Escherichia coli (E.coli). Bakteri Escherichia coli (E.coli) ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan di laboratorium.
Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Ternate, Arsal, mengatakan, pasokan ikan cakalang ini masuk melalui pelabuhan Ahmad Yani yang rencananya disalurkan ke panti asuhan. Namun karena mengandung bakteri sehingga ditahan.
“Standar yang harus dipenuhi itu 3 per gram, tapi pasokan ini sudah melampaui batas, yakni 3,6 per gram, sehingga ditahan,” jelas Arsal kepada Haliyora, Selasa (15/02/2022).
Dikatakan, bakteri E. coli tersebut sudah pernah ditemukan saat melakukan monitoring di pasar Higienis Ternate tahun sebelumnya. Bakteri ini berada pada ikan disebabkan proses perawatan atau penanganan yang tidak maksimal.
“Jadi pada saat perawatan, masih ada kekurangan yang dilakukan, misalnya es yang masih kurang, menempatkan ikan di tempat yang tidak bersih, atau air yang digunakan tidak maksimal,” ungkapnya.
Sambung Arsal, bila bakteri Escherichia coli (E.coli) yang berada pada ikan ini dikonsumsi oleh manusia, maka konsumennya mengalami sakit diare, mual, keracunan ikan dan demam. “Ada dampaknya, maka kalau mau makan ikan harus diperiksa dulu sebelum dikonsumsi,” ujar Arsal.
Ia menambahkan, sebelum pemusnahan, para pelaku usaha sudah menandatangani melakukan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi. “Kita ingin semua pelaku usaha menerapkan standar perikanan. Jadi sosialisasi akan terus dilakukan, karena kalau mereka memenuhi standar, kita bisa jamin pasokan itu bermutu, tapi kalau tidak, maka harus diuji ke laboratorium,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!