Sanana, Maluku Utara- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sula melakukan kampanye penolakan Festival Tanjung Waka di Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kepulauan Sula. Kampanye Penolakan FTW digelar, Selasa (15/2/2022).
Ketua DPC GMNI Sula, Rifki Leko saat menyampaikan orasinya mengkritik pelaksanaan FTW bukan kegiatan yang urgen yang menjadi fokus pemda dibanding program lain yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendukung peningkatan ekonomi mereka, seperti pembangunan jalan, dan jembatan.
“Pembangunan jalan dan jembatan sebagai akses masyarakat dari desa menuju ke ibukota maupun dari desa ke desa itu yang harus diprioritaskan, sebab jalan dan jembatan merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk mendukung produktifitas mereka demi meningkatkan ekonominya,” ujar Rifki.
Rifki mengungkap ada proyek yang telah dikerjakan sejak beberapa tahun lalu namun terbengkalai, yang oleh Kadis PUPRPKP Sula menyebut akibat pekerjan tidak sesuai perencanaan dan gagal konstruksi, serta masih banyak proyek pembangunan lain yang menjadi pekerjaan rumah Pemda yang harus diselesaikan.
Menurut Rifki, mestinya pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur dasar yang merupakan kebutuhan masyarakat tersebut diutamakan ketimbang FTW yang memakan anggaran sekitar Rp 5 miliar lebih. Padahal, menurutnya FTW itu tidak terlalu menyentuh kepentingan seluruh masyarakat.
“Olehnya, atas kesadaran dan tanpa tendensi serta ditunggangi pihak manapun, DPC GMNI Kepulauan Sula dengan tegas menyatakan menolak Festifal Tanjung Waka,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!