Maba, Maluku Utara- Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) kembali mengalokasikan anggaran pendidikan gratis pada tahun ini sebesar Rp 12,9 miliar. Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Beny Sutarman saat di wawancarai, Rabu (09/02/2022).
Beny mengatakan, program pendidikan gratis di Haltim tetap dilaksanakan. Dana pendidikan gratis itu dianggarkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang masuk dalam APBD. “Jadi tahun ini dialokasikan sebesar Rp 12.9 miliar,” ungkap Beny.
“Anggaran Rp 12.9 miliar itu untuk membiayai 21 ribu lebih siswa di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), mulai dari TK, SD, MI, SMP, dan MTs,” terangnya.
Karena selama ini dalam realisasi anggaran pendidikan gratis selalu bermasalah terkait pelaporan, maka tahun ini, kata Beny, pihaknya menerapkan sistim LS. “Yakni pihak sekolah terlebih dahulu melakukan belanja operasional atau kebutuhan sekolah baru lah dibayar belakangan setelah laporannya dimasukkan ke dinas. Ini untuk mengantisipasi keterlambatan pelaporan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Beny.
Meski pada tahun 2021 tidak ada lagi tunggakan pelaporan terkait dana BOSDA oleh pihak sekolah, namun Beny berharap dengan sistim LS itu pihak sekolah lebih proaktif melakukan pelaporan kepada dinas.
“Kalau dana BOSDA tahun 2021 sudah tersalurkan semua. Tapi pada triwulan I , pelaporan dari sekolah terlambat dimasukkan, sehingga BOSDA triwulan II dan III dibayar sekaligus pada triwulan IV. Makanya sekarang ini kita terapkan sistim LS. Artinya sekolah belanja barang terlebih dahulu baru BOSDA diberikan setelah laporannya masuk,” pungkasnya. (HR-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!