Tidore, Maluku Utara- Kepala Seksi Mutu Guru Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) M. Haldy Marasabessy mengatakan, di Tikep sekarang ini masih kekurangan guru mulai TK, SD maupun SMP.
“Sesuai data analisis kebutuhan guru PNS maupun non PNS di Kota Tidore, mulia guru TK, SD maupun SMP belum memenuhi kebutuhan, masih kurang,”ungkap Haldy, Rabu (26/01/2022).
Dikatakan, untuk menjawab kebutuhan guru tersebut, maka pada tahun 2021dilakukan perekrutan tenaga guru PPPK dalam dua tahap. Tahap pertama sekitar 32 orang dan tahap ke dua sekitar 31 guru.
Dalam dua tehapan perekrutan tersebut, sambung Haldy, pada jenjang SD dan SMP banyak yang tidak lulus lantaran tidak memenuhi passing grade (standr nilai). “Jadi kalau dihilangkan guru honorer maka tidak berbanding lurus dengan guru PPPK yang direkrut lewat seleksi itu. Artinya masih kekurangan guru,” terangnya.
Menurutnya, harus ada koordinasi lanjutan lagi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk dipikirkan bersama tentang solusinya untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Sebab kalau guru honorer dihilangkan maka sangat berpengaruh terhadap tenaga pendidik di Tidore Kepulauan, sementara beberapa tahun ke depan ada sebagian guru yang sudah masuk masa pensiun yang pasti tenaga guru semakin berkurang,” imbuhnya.
Saat ini, lanjut Haldy, jumlah tenaga guru SD di Tikep tercatat sebanyak 835 orang, masih kurang sebanyak 140 orang, termasuk wali kelas, guru Penjas, guru Pendidikan Aama Islam (PAI) dan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Terpisah, Kepala Seksi Mutu Guru SMP Bidang Pembinaan SMP, Atika Sehe mengatakan, jumlah total guru SMP di Tikep saat ini sebanyak 479 orang. Masih butuh 76 guru lagi. ”Itu untuk semua mata pelajaran,” terangnya. (Unu-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!