Ternate, Maluku Utara- Memasuki tahun 2022, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate meminta Pemerintah Kota serius mengatasi masalah sampah dan krisis air
Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate Heny Sultan Muda saat kepada Haliyora, Sabtu (01/01/22).
Heny menyampaikan, masalah sampah dan air bersih harus ditangani serius oleh Pemkot, karena ini sudah lewat program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate. Bahkan sekarang sudah masuk tahun 2022 tapi masalah sampah dan air bersih masih belum diatasi (belum jalan).
“Sekarang kita sudah masuk tahun 2022 dan sampai sekarang air bersih belum juga jalan, berarti apa yang menjadi visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama ini bagi saya hanya deservis. Harusnya pemerintah jangan hanya tinggal diam dengan adanya krisis air ini. Awalnya mereka beralasan ada kerusakan sehingga menunggu teknisi. Sekarang teknisi sudah datang dan kerusakan sudah diperbaiki tapi lagi-lagi problem yang sama masih terjadi,” ujarnya.
Untuk itu, Heny menegaskan bahwa Pemkot harus secepatnya serius menangani masalah sampah dan air bersih tersebut. “Jangan sampai masyarakat jenuh dan lama-kelamaan mereka tidak percaya lagi kepada Pemerintah kemudian bertindak anarkis,” tandasnya.
Menurut Heny, kalau Pemkot punya perhatian maka seharusnya mencari sumber permasalahannya. ”Sekarang sudah masuk tahun 2022, jadi bukan program 100 hari lagi. Sekarang ini sudah masuk program 2022. APBD Tahun 2022 kan juga sudah dibahas, sementara masalah sampah dan krisis air bersih belum teratasi dengan baik,” sambung Heny.
Selain masalah sampah dan krisis air bersih, Heny juga menyoroti masalah penataan ruang dan sistim perencanan drainasi yang menurutnya belum maksimal. “Sehingga Kota Ternate masih saja mengalami kebanbanjiran saat hujan, jadi harus dibenahi lagi,” sebut Heny. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!