Sanana, Maluku Utara- Masyarakat Desa Fatce, Kecamatan Sanana, meminta kepada DPRD agar memdesak Pemda mendorong pembangunan rumah adat Soa Garahe
Hal itu disampaiakan Anto, salah satu warga saat mengikuti kegiatan reses anggota DPRD Sula asal Dapil Satu, Ramli Sade, Jum’at (31/12/2021).
“Kami mendapatkan informasi bahwa saat ini DPRD telah mendorong Perda bahasa daerah Sula, hal ini menurut kami sangat baik, namun kami juga meminta kepada bapak agar memperjuangkan Pemda pembangunan Rumah Adat Soa Garahe, yaitu Rumah Adat Suku Fagut, Suku Fahu, Suku Mangon dan Suku Fatce, sehingga nantinya ada tempat pelestarian adat di masing-masing suku supaya penerapan Perda bisa berjalan efektif,” pinta Anto.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Desa Fatcei, As’at Suamole. As’at juga mengapresiasi DPRD. Menurutnya, DPRD Sula sangat peduli dengan pelaestarian adat sula yang kini dinilai sudah semakin ditinggalkan generasi muda.
“Upaya pelestarian adat Sula, mulai dari bahasa daerah Sula, maupun adat dan budaya lainnya dulu sudah pernah dilakukan pada masa pemerintahan HT-ZADI namun kemudian pincang. Saat ini akan kembali didorong oleh DPRD Sula. Maka Kami sangat apresiasi karena DPRD masih pedulia dengan pelestarian adat Sula ini,” ujar As’at.
Salah satu bentuk pelestarian adat Sula dalam bidang keagamaan, As’at minta DPRD mendorong Pemda untuk menetapkan kembali Imam Soa Garaha di Masjid Raya Al-istiqamah Sula.
“Mesjid Raya Al Istiqomah merupakan Masjid Raya Kabupaten Kepulauan Sula sekaligus Masjid adat Sula, sehingga kami berkeinginan ke depannya kami imam Soa Garaha tidak disepelekan dan harus di prioritaskan, selain komposisi dari Kemenag, MUI, dan NU. “Jangan nanti Shalat Id baru diterapkan adat dengan melibatkan Imam Soa Garaha, setelah itu diambil alih kembali oleh Pemda,” imbuhny As’at.
Sementara dalam pertemuan dengan anggota DPRD yang melaksanakan reses itu, Kepala Desa Fatce Nurdin Drakel, menyampaikan sejumlah infrastruktur desa yang belum disentuh oleh Pemda Sula.
“Saat ini kami butuh pembangunan Musallah di RT.12, karena jarak dari RT.12 ke masjid terlalu jauh. Di RT.12 juga perlu adanya drainase, sebab setiap musim hujan selalu terjadi genangan air,” ungkap Nurdin.
Sementara, sambung Nurdin, Masjid Nur hidayah juga sudah mengalami kebocoran di beberapa titik, dan itu butuh kanopi. ”Jadi kami berharap DPRD mendorong pengalokasian anggaran di awal tahun anggaran supaya dapat diakomudir oleh Pemda,” pinta Kades Nurdin.
Menanggapi penyampaian aspirasi warga Desa Fatce tersebut, angogota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula Dapil I Ramli Sade mengatakan, Bapemperda DPRD sudah membahas Ranperda tentang Bahasa Daerah Sula dan direncanakan untuk mencari tenaga pengajarnya dengan merekrut para guru yang sudah pensiun.
Sedangkan, usulan membangun rumah adat Soa Gareha dan mengaktifkan Imam Soa Gareha, kata Ramli, akan diperjuangkan DPRD. ”Usulan pembangunan rumah adat dan pengaktifan imam Soa Gareha itu akan kami perjuangkan. Bahkan kami juga akan memperjuangkan kesejehteraan imam dan staf badan syaranya.
“Jadi soal kesejahteraan imam dan staf badan syarah ini Insya Allah nilainya sama dengan kesejahteraan pemerintah desa. Saya akan perjuangkan itu semua di DPRD. Hasil reses pertama juga Alhamdulillah Musalloh di depan Polres sudah dibangun, bahkan sekarang mungkin sudah rampung, semoga hasil reses kali ini juga diakomodir,” janji Ramli. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!