Warga Ternate Keluhkan Air Bersih,  Dirut PDAM : Ada Pompa Disambar Petir

Ternate, Maluku Utara- Warga masyarakat Kota Ternate di sejumlah Kelurahan mengeluhkan suplai air bersih dari PDAM. 

Warga yang mengeluhkan suplai air bersih tersebut adalah warga Kelurahan Jati Trans, Maliaro Puncak, Jati Metro, dan Tanah Tinggi Barat lingkungan Jerbus. Katanya, sudah dua pekan air PDAM tidak mengalir.

Sebagaimana disampaikan Mubarak, salah satu warga Kelurahan Tanah Tinggi Barat saat ditemui Haliyora, pada Rabu (03/11/2021),  bahwa sudah dua minggu air PDAM tidak mengalir sehingga warga harus membeli air dari penjual air profil dengan harga Rp 70.000 per tangki (profil).

“Penjual air itu pun melayani pelanggan terbatas, karena permintaan terlalu banyak, mulai warga yang punya rumah di muka jan sampai ke lorong-lorong. Masalahnya kalu kitorang beli air turus-turus lalu bagiamana tagihan PDAM per bulan itu. Apakah harus torang bayar lagi ? keluh Mubarak bernada tanya.

Mubarak meminta kepada pihak PDAM untuk menginformasikan kepada warga jika ada gangguan melaui kelurahan supaya warga tau bahwa kemacetan air karena ada kerusakan atau gangguan.

BACA JUGA  Sembilan Nakes Sula Terima Penghargaan di HKN ke-61 

“Jangan tiba-tiba air tidak mengalir, dan kita tau informasi ada gangguan atau ada perbaikan itu dari pemberitaan media atau keluhan warga. ”kami juga minta Pemkot secepatnya mencari solusi mengatasi kemacetan air ini,” tandasnya.

Sementara, Plt. Direktur PDAM Kota Ternate, Thamrin Alwi, saat dikonfirmasi terkait keluhan ini menjelaskan, ada sejumlah titik yang bermasalah yang sumber airnya dari Kelurahan Ngade Ternate Selatan. “Penyebabnya adalah  pompa air tersambar petir saat hujan lebat beberapa hari lalu. Jadi pompa air ada empat, tapi  dua panel pompa rusak disambar petir, sisa dua tapi tidak mampu menarik air reservoir,” jelasnya.

lanjut Thamrin, pihaknya berkonsultasi dengan mekanik untuk mengatasi kerusakan itu. “Karena sangat sensitif, makanya kita konsultasikan dengan mekanik yang berada di luar Ternate. Alhamdulillah mekanik atau tim tekhnis dari Bandung sudah datang. Sementara ini mereka survei lokasi. Mereka bilang ada kabel yang lecet sehingga mudah tersambar petir,” terangya.

BACA JUGA  Bidang PSU Disperkim Malut : Infrastruktur di Sofifi Masuk Program Perencanaan

Langkah antisipatif yang dilakukan, kata Thamrin, pihaknya sudah melakukan rapat dengan tim teknis untuk mencari solusi agar memfollow up penyaluran air dari Kelurahan Fitu  digabungkan dengan Sasa didorong ke bak di belakang Ngade yang memiliki ketinggian 1.253 meter di atas permukaan air danau.

“Jadi Kita akan bagi dua, di bawah ada pompa yang masuk dari sumur produksi, itu sekitar 6 pipa ditarik masuk ke reservoir Sasa, kemudian didorong masuk ke Ngade belakang. Distu nanti disuntik masuk ke Kalumata, sisanya dialihkan ke reservoir 400 lalu distribusikan ke Jan dua, kemudian ke Maliaro dengan ketinggian 300 kaki dari permukaan air sehingga bisa terlayani titik-titik yang bermasalah itu,” tutupnya. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah