Kasus Sewa Alat Berat Halsel, Tersisa 4 Saksi Belum Diperiksa

  • Whatsapp
Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Halsel, Eko Wahyudi

Halsel, Maluku Utara- Kasus sewa alat berat di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halsel terus didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel. Hingga saat ini tercatat sudah 22 saksi yang diperiksa, tersisa 4 orang saksi yang belum diperiksa.

Itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Halsel, Eko Wahyudi, saat dikonfirmasi Haliyora via whatsApp, Jum’at (22/10/2021).

Bacaan Lainnya

Eko mengatakan, ada penambahan satu orang saksi, sehingga sampai sekarang sudah 22 orang saksi yang diperiksa atau dimintai ketererangan.

Saat memberikan keterangan sebelumnya, Eko mengatakan penambahan saksi itu setelah dua kali penyidik melakukan penggeledahan di ruang kantor Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halsel.

“Sebelumnya kita tetapkan 25 saksi, tapi sesuai perkembangan setelah dua kali penggeledahan di ruang kerja Kabid Bina Marga dan ditemukan bukti baru, maka saksi juga bertambah satu berdasarkan bukti yang ditemukan. Dan sejauh ini kita sudah periksa/minta keterangan 22 saksi terkait kasus penyewaan alat berat di Bina Marga Dinas PUPR Halsel. Masih ada empat saksi belum dimintai keterangannya,” ungkap Eko.

Karena semua saksi belum diperiksa, kata Eko, sehingga pihak Kejaksaan belum melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.

“Kita belum gelar perkara, karena masih ada empat saksi yang belum diperiksa, serta Kabid Bina Marga juga belum diperiksa. Nanti semua saksi dan Kabid Bina Marga selesai diperiksa barulah kita gelar perkara untuk tetapkan tersangka,” terang Eko.

Dikatakan, sejauh ini semua saksi yang sudah diperiksa dan sudah memberikan keterangan itu semuanya mengarah kepada Kabid Bina Marga Walid Sukur. ”Makanya Kabid Bina Marga dipeiksa terakhir setelah semua saksi diperikasa,” tambah Eko.

Disebutkan, saksi yang belum memenuhi undangan kejaksaan  adalah penyewa alat berat di Desa Tabangame, Desa Tutupa, dan Desa Kampung Makian, bahkan ada perusahaan (CV)  yang beralamat  di Ternate dan di Manado serta sejumlah saksi baru. 

“Sebagian penyewa alat berat di PUPR belum hadir undangan Kejaksaan. Minggu depan mungkin kita akan susun jadwal pemanggilan terhadap saksi-saksi itu. Bagi saksi yang tidak bisa datang akan kita datangi. Sementara, pemanggilan kepada Kabid Bina Marga Walid Sukur dan Kadis PUPR Ali hasan untuk dimintai keterangan kita tunggu waktu yang tepat sambil menyusun pertanyaan yang akan ditanyakan kepada keduanya,” pungkas Eko. (Asbar-1)

Pos terkait