Rumah Dihantam Banjir, Puluhan Warga Wayaua Halsel Mengungsi

Halsel, Maluku Utara- Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan dihantam banjir bandang, Minggu (3/10). Akibatnya, ratusan rumah di Desa Wayaua terendam air, bahkan puluhan kepala keluarga mengungsi di tempat yang aman dari hantaman banjir bandang itu.

Kepada Haliyora.id, Camat Kecamatan Bacan Timur Selatan Isnain Abdullah mengatakan, banjir bandang tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai di desa itu meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

Dia menceritakan sebelum terjadinya banjir, hujan lebat mengguyur Desa Wayaua dan sekitarnya mulai (Sabtu, 2/10) malam hingga Minggu (3/10) sore, menyebabkan air sungai meluap dan mengalir deras menghantam ratusan rumah warga.

“Hujan mulai malam hingga Minggu sore pukul 14.00 WIT, sungai meluap dan terjadi banjir bandang, banjir mengalir deras membuat ratusan rumah warga terendam, puluhan kepala keluarga terpaksa keluar mengungsi,” tutur Isnain menceritakan saat banjir terjadi.

BACA JUGA  Putusan MK, PDIP dan Golkar Bisa Usung Paslon Sendiri di Pilgub Maluku Utara

Dikatakan Isnain, saat ini pemerintah kecamatan dan desa melakukan penelusuran serta pendataan jumlah rumah dan orang yang terkena dampak banjir tersebut.

“Dari hasil penelusuran sementara berdasarkan data dari Babinsa dan Pemerintah Desa, rumah warga terendam banjir sebanyak 89 unit rumah, namun tidak ada korban jiwa, sementara puluhan kepala keluarga mengungsi keluar rumah,” terangnya.

Diwawancarai terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Halsel, Muhajir Zam-zam, pada Senin (04/10), membenarkan peristiwa banjir bandang di Deda Wayaua itu. Dijelaskan Muhajir, setelah menerima laporan adanya banjir bandang di Desa Wayaua sore kemarin, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Halsel langsung turun tangan bersama Kalak BPBD ke lokasi banjir di Desa Wayaua.

BACA JUGA  Soal Mutasi Kadis PUPR Morotai, Bupati : Tunggu Mendagri

“Saya, pak Kalak BPBD dan TRC langsung tinjau lokasi banjir bandang di Desa Wayaua untuk melakukan investigasi dan menyalurkan logistik,” tutur Muhajir.

Lanjut Muhajir, hasil investigasi terdeteksi sebanyak 130 unit rumah terendam air, 5 unit mengalami rusak sedang dan 119 kepala keluarga mengungsi. “5 kepala keluarga yang  rumahnya rusak  sedang sudah diberikan bantuan logistik, sisahnya hari ini tim BPBD kembali tinjau lokasi dan bagikan logistik,” terang Muhajir. (Asbar-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah